Pantai Batu Lamampu Sebatik Dipenuhi Sampah Botol Bekas Lampung Rumput Laut

oleh -433 views
oleh
Kondisi tempat wisata pantai Batu Lamampu Sebatik yang dipenuhi sampah

SEBATIK.LK – Anggota DPRD Nunukan, Kalimantan Utara, Andre Pratama, meminta pengelola tempat wisata di pulau Sebatik untuk menjaga kebersihan, terutama untuk rekreasi pantai yang selama ini banyak dikunjungi masyarakat.

“Selamat Idul Fitri 1447 Hijriyah, selamat menikmati liburan bersama keluarga. Bagi yang melaksanakan liburan di tempat wisata tolong memperhatikan kebersihan lingkungan,” kata Andre, Senin (23/03/2026).

Salah satu tempat wisata biasanya ramai dikunjungi saat liburan adalah pantai Batu Lamampu, pantai dengan berbagai cerita legenda mitos Batu Keramat Besar ini berada di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik Barat.

Namun, keberadaan pantai yang seharusnya memberikan rasa nyaman dan tenang untuk berlibur malah mendapat sorotan negtif dari masyarakat lantaran tumpukan sampah berserakan di sepanjang bibir pantai.

“Kondisi pantai cukup memprihatinkan, banyak sampah – sampah berserakan, hal ini tentunya meninggalkan kesan kurang baik untuk pengunjung,” ucapnya.

Untuk itu, Andre meminta para pengunjung sebisa mungkin memperhatikan sampah-sampah sisa makanan dan minuman, begitu pula kepada pengelola tempat wisata agar menjaga dan menyiapkan tempat-tempat buang sampah.

Selain menyiapkan tempat sampah, pengelola wisata harusnya memasang papan himbauan bagi pengunjung untuk menjaga kebersihan, keamanan, kenyamanan dan memelihara tempat-tempat yang dipandang memiliki nilai historis di sepanjang pantai.

“Pantai batu lamampu adalah milik kita semua dan tentunya kita harus menjaganya agar pengunjung bisa menikmati keindahan wisata dengan nyaman dan aman,” bebernya.

Andre menerangkan, kendaraan sampah pemerintah daerah tidak mungkin masuk ke areal pantai karena berpotensi amblas. Untuk itulah, pemerintah meminta pengelela wisata menyiapkan bak-bak sampah di depan jalan masuk pantai.

“Siapkan bak-bak sampah di tepi jalan, nanti kendaraan sampah mengambil disana. Menjaga kebersihan butuh kerjasama semua pihak,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik Barat, Faisal, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan para pengunjung di pantai Batu Lamampu yang mengeluhkan banyaknya sampai disepanjang pantai.

“Saya dapat video rekaman kondisi pantai saat liburan Idul Fitri, mohon maaf pengelolaan pantai belum maksimal dalam menjaga kebesihan,” tuturnya.

Pantai Batu Lamampu merupakan milik pribadi masyarakat yang sejak tahun 2020 pengelolaanya dikerjasamakan dengan pemerintah desa. Hanya saja, pemerintah desa belum bisa sepenuhnya mengelola tempat wisata.

Terobosan pemerintah desa melahirkan Peraturan Desa (Perdes) tentang retribusi wisata tahun 2025 masih perlu disesuaikan dengan Peraturan Daerah (Perda), terutama untuk kewajiban penerapan tiket masuk tempat wisata.

“Perdesnya sudah ada, tapi kami perlu konsultasi lagi ke bagian hukum pemerintah daerah karena persoalan ini menyangkut pungutan biaya yang harus jelas,” jelasnya.

Dengan belum diberlakukan Perdes retribusi, para pengunjung pantai masuk bebas tanpa dikenakan biaya, terkecuali bagi pengunjung yang menempati bangunan gazebo disiapkan oleh pemilik lahan.

Pengelolaan kebersihan pantai Batu Lamampu Sebatik selama ini hanya mengandalkan kegiatan sosial bersih-bersih pantai yang dilaksanakan pemerintah desa bekerjasama dengan TNI, Polri dan masyarakat setempat.

Pembersihan pantai terakhir kali dilaksanakan sebelum Ramadan 2026. Sampah – sampah yang berserakan di sepanjang pantai batu lamampu kebanyak residu dari botol-botol bekas pelampung rumput laut.

“Sampah di pantai itu kebanyakan dari sampah yang hanyut terbawa air, ketika air pasang sampahnya kembali hanyut dan saat air surut sampah tertinggal di pantai,” bebernya.

No More Posts Available.

No more pages to load.