NUNUKAN.LK – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjung, Karang, Kecamatan Sebatik Timur, yang dikelola yayasan Aztrada Garuda Jaya.
Kunjungan Dadan Hindayana ke perbatasan pulau Sebatik didampingi Direktur kerja Sama dan Kemitraaan BGN, Kolonel Cba. Mu. Rizal Salewangang, pejabat Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Balikpapan, Kalimantan Timur dan secara khusus dihadiri Wakil Walikota Tarakan, Ibnu Saud.
“BGN berdiri 15 Agustus 2024 lewat Peraturan Presiden (Perpres) Joko Widodo, atas permintaan Prabowo Subianto untuk memenuhi program kerja pemenuhan gizi bagi anak Indonesia terhitung tahun 2025,” kata Dadan, Kamis (22/01/2026).
Seiring berjalannya waktu, keberadaan SPPG terus berkembang mulai dari perkotaan hingga pedalaman dengan jumlah 21.335, termasuk SPPG Sebatik yang berada di daerah terpencil dan pulau terluar Indonesia.
Keberadaan SPPG sebatik secara tidak langsung akan meningkatkan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan karena tiap pengelola SPPG membutuhkan pasokan bahan baku pangan yang tidak sedikit.
“Tadi saya lihat disini banyak pohon pisang, kebun-kebun pisang masyarakat ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan buah pemenuhan Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar.
Begitu pula untuk peternakan, kebutuhan telur ayam dan daging ayam akan meningkat bersamaan berdirinya SPPG, hal sama bisa terjadi terhadap sektor perikanan baik ikan laut maupun ikan tambak masyarakat.
Dengan tingginya kebutuhan bahan baku pangan, Dadan, meminta tiap SPPG dapat melengkapi usahanya dengan mengelola sendiri lahan pertanian maupun peternakan agar stok bahan makanan tetap tersedia dengan baik.
“Tiap SPPG mendapatkan anggaran Rp 1 miliar tiap bulan, jika di Sebatik ada empat SPPG, maka setiap bulan Rp 4 miliar APBN masuk kesini,” sebutnya.



