Wakil Ketua DPRD Nunukan Arpiah Hadiri Upacara HUT RI ke-81 di Perairan Ambalat

oleh -153 views
oleh
Wakil ketua DPRD Nunukan< Arpiah bersama Danguspurla Koarmada II Laksma TNI Endra Hartono serta pimpinan Forkopimda di atas Kapal KRI KRI Nala 363 pada upacara HUT RI ke-81 di perairan Ambalat

NUNUKAN.LK – Wakil Ketua DPRD Nunukan, Kalimantan Utara, Arpiah menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-81 yang digelar atas kapal KRI Nala 363 di perairan Ambalat Indonesia, Senin (17/08)

Upacara yang dipimpin inspektur upacara Komandan Guspurla Koarmada II Laksma TNI Endra Hartono, turur dihadiri Asisten perekonomian dan pembangunan Juni Mardiansyah.A.P, jajaran personel Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan dan melibatkan 81 kapal nelayan dari pulau Sebatik.

‘Pelaksanaan upacara HUT RI di perairan Ambalat adalah bentuk kehadiran negara di wilayah perbatasan memiliki makna yang sangat penting bagi Indonesia,” kata Arpiah, Selasa (18/08/2026).

Arpiah menuturkan, bagi masyarakat Kabupaten Nunukan kehadiran negara menjaga perairan perbatasan bukan sekedar simbol, tetapi merupakan penegasan nyata bahwa setiap jengkal wilayah NKRI harus dijaga dan dipertahankan

Selama ini, peringatan hari kemerdekaan identik dengan upacara di lapangan, pengibaran bendera, serta berbagai kegiatan masyarakat di daratan. Namun, upacara di perairan Ambalat menghadirkan perspektif berbeda.

“Kemerdekaan tidak hanya dirayakan dari pusat pemerintahan maupun kawasan perkotaan. Semangat itu juga dibawa hingga wilayah terluar, kawasan laut yang memiliki nilai strategis bagi pertahanan negara,” tuturnya.

Laut bukan sekadar bentang geografis. Perairan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir dan sekaligus berada di garis depan dalam menjaga keutuhan NKRI.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI di perairan Ambalat harus menjadi pengingat bahwa menjaga perbatasan merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya TNI dan Polri, tetapi juga pemerintah daerah, DPRD, serta masyarakat guna memperkuat keutuhan wilayah.

“Kawasan perbatasan membutuhkan sinergi lintas sektor yang kuat. Kompleksitas persoalan perbatasan tidak cukup dihadapi hanya melalui pendekatan keamanan, tetapi juga melalui pembangunan, kesejahteraan masyarakat, serta penguatan nasionalisme,” bebernya.

Untuk itu, perlu sinergi pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri dan masyarakat menjadi modal penting untuk memastikan wilayah perbatasan tetap aman, kehadiran aparat negara di wilayah perairan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas laut.

“Kehadiran negara secara konsisten menjadi bagian upaya menjaga kepentingan nasional dan memastikan bahwa batas wilayah Indonesia tetap dihormati,” terangnya.

Arpiah berharap momentum perayaan HUT RI di perbatasan pulau Sebatik semakin memperkuat rasa nasionalisme dan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah perbatasan.

“Dirgahayu Ri ke-81. Dari perbatasan, kita jaga kedaulatan. Dari laut, kita teguhkan Indonesia,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.