NUNUKAN.LK – Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menggelar pertemuan Zome meting bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kaltara, UPT Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kaltara dan Disdik Nunukan, membahas kondisi infrastruktur sekolah di perbatasan Krayan.
Direktorat Jenderal Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikdasmen RI, Moch. Salim Somad mengatakan pertemuan ini sebagai tindak lanjut respon pemerintah terhadap surat terbuka dikirimkan siswa SDN 05, Pa’Kabuan Kecamatan Krayan Timur, Valencia kepada Presiden Prabowo Subianto
“Kami sudah melihat surat terbuka dikirimkan Valencia kepada Presiden tentang tentang kondisi Infrastruktur pendidikan di wilayah perbatasan Krayan,” kata Salim Somad, Minggu (13/04/2025).
Tidak hanya menghadirkan Dinas Pendidikan Kaltara dan Dinas Pendidikan Nunukan, pertemuan zoom meeting diikuti oleh anggota Komisi I DPRD Nunukan, Muhammad Mansur Ketua Komisi III DPRD Nunukan, dan Ryan Antoni.
Salim menegaskan Kementerian Pendidikan dalam waktu dekat melalui tim Dirjen Pendidikan Dasar akan menggelar visitasi melalui UPT Dirjen di daerah melihat langsung kondisi infrastruktur sekolah di Kecamatan Krayan.
“Ini perlu Intervensi dulu ya, nanti tim direktorat pendidikan dasar dan menengah melalui UPT akan meninjau langsung sekolah, sekaligus menghitung standarisasi kebutuhan fasilitas sekolah di Krayan,” ucapnya.
Peninjauan lokasi sekolah di perbatasan Krayan merupakan langkah awal dari kementerian dan sesuai jadwal pada Sabtu 12 April 2025 tim UPT Kaltara bersama Disdik Nunukan serta tim teknis akan tiba di Krayan.
Keberadaan tim teknis Kementerian Pendidikan di Krayan bertujuan untuk mendata sekolah – sekolah dasar, sekaligus menghitung anggaran fasilitas dan peningkatan infrastruktur pendidikan di wilayah tersebut.
“Hasil pendataan nantinya menjadi acuan dari Kementerian Pendidikan memprogramkan pembangunan infrastruktur sekolah di Krayan,” bebernya.
Terpisah, Ketua komisi III DPRD Nunukan Riyan Antoni mengatakan, SD 005 Desa Pa’Kabuan salah satu sampel yang menggambarkan kualitas dan infrastruktur sekolah di Kecamatan Krayan.
“Kondisi sekolah di Krayan Timur maupun di Kecamatan Krayan lainnya hampir sama dan semakin sulit ketika akses jalan yang dilalui siswa sekolah sangat tidak layak,” tuturnya.
Saat ini Kecamatan Krayan diguyur hujan cukup tinggi yang mengakibatkan jalan rusak parah, para siswa terpaksa melepas sepatu dan terkadang ditemani orang tuanya melintasi jalan berlumpur yang sangat sulit.
Ryan menerangkan, infrastruktur pendidikan merupakan salah satu faktor kunci dalam mendukung proses belajar mengajar, karena tanpa adanya aksesibilitas yang baik siswa akan malas berangkat bahkan putus sekolah
“Orang tua merasa khawatir keselamatan anak-anaknya ke sekolah dengan kondisi cuaca buruk dan jalur yang berbahaya,” jelasnya.
Untuk itu, Ryan meminta ada solusi cepat dari pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur agar anak-anak bisa belajar dengan tenang. Pasalnya, jika masalah ini terus dibiarkan maka dampaknya terhadap kualitas pendidikan
Buruknya sarana pendidikan dan infrastruktur jalan menuju sekolah dapat menghilangkan motivasi siswa-siswi untuk belajar. Selain itu, ketidakstabilan kehadiran siswa dalam bersekolah dapat mempengaruhi prestasi akademik secara keseluruhan.
Pemerintah harus juga memperhatikan aspek sosial ekonomi agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa hambatan,” ungkapnya.




