Tampil di Kriyanusa 2026, Ketua Dekranasda Nunukan Kenakan Batik Khas Lulantatibu

oleh -
oleh
Ketua Dekranasda Nunukan Andi Annisa Muthia tampil di panggung Kritanusa 2026 mengenakan batik khas lokal Lulantatibu

NUNUKAN.LK – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia, tampil mengenakan busana batik Lulantatibu dalam ajang Kriyanusa 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.

Batik Lulantatibu adalah akronim atau singkatan dari nama-nama suku asli mewakili etnis seperti Lundayeh, Tagalan, Tahol, Tidung, dan Agabag/Muruts di wilayah Kabupaten Nunukan.

Promosi batik Lulantatibu di ajang nasional menjadi bagian dari upaya memperkenalkan, sekaligus mengangkat potensi kriya dan wastra khas Kabupaten Nunukan di tingkat nasional,” kata Annisa, Kamis (01/10/2026)

Dibalut busana bernuansa merah motif Batik Lulantatibu, Annisa tampil di atas panggung Kriyanusa 2026. Kehadirannya tidak hanya membawa identitas daerah, tetapi juga bentuk promosi karya perajin dan kekayaan budaya.

Tampilnya Batik Lulantatibu ke panggung merupakan bagian dari komitmennya sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Nunukan untuk membuka ruang yang lebih luas bagi produk kerajinan daerah.

Ia berharap, keberadaan Batik Lulantatibu di panggung Kriyanusa 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal sekaligus mendorong para perajin terus berkreasi dan berinovasi.

“Harapan saya batik Lulantatibu semakin dikenal, bukan hanya di Nunukan, tapi juga di tingkat nasional. Kita ingin masyarakat bangga menggunakan produk lokal,” ujar Annisa.

Penggunaan batik tidak harus selalu identik dengan acara formal maupun kelompok usia tertentu. Batik dapat dikreasikan sesuai karakter dan gaya masing-masing, termasuk oleh generasi muda.

“Batik bisa dipakai semua usia. Tidak selalu dengan model yang sama. Bisa dikreasikan sesuai gaya masing-masing, Gen Z juga bisa tampil dengan gaya mereka sendiri,”sebutnya.

Annisa menilai kreativitas generasi muda menjadi salah satu kunci agar wastra daerah tetap relevan di tengah perkembangan tren fesyen. Karena itu, inovasi dalam desain, pemilihan warna, hingga cara memadukan batik dengan busana kekinian perlu terus dikembangkan.

Melalui keikutsertaan di Kriyanusa 2026, Annisa ingin menunjukkan bahwa Kabupaten Nunukan, memiliki kekayaan budaya dan produk kerajinan yang layak diperkenalkan lebih luas.

“Kita ingin Batik Lulantatibu menjadi identitas yang terus berkembang. Semakin banyak menggunakan dan mengenalnya, semakin besar pula peluang para perajin untuk berkembang,” tuturnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.