SMPN 1 Nunukan Gelar Simulasi Kesiagaan Satuan Pendidikan Aman Bencana

oleh -
oleh
Pelaajar SMPN1 Nunukan mengikuti simulasi cara penanganan cepat ketika terjadi bencana di lingkungan sekolah

Satuan Pendidikan Aman Bencana

NUNUKAN.LK – Dinas Pendidikan Nunukan, Kaliantan Utara, mendukung pelaksanaan simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di lingkungan sekolah sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan pelajar dan guru dalam menghadapi situasi darurat. Rabu (21/10)

Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan (Disdik) Nunukan, Andi Maskur, mengatakan simulasi kebencanaan di lingkungan sekolah idealnya dilaksanakan satu hingga dua kali dalam setahun.

“Kegiatan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi siswa, tetapi juga membangun pemahaman dan kesiapan seluruh warga sekolah dalam menghadapi bencana,” kata Maskur, Kamis (22/10/2026)

Maskur menerangkan Disdik Nunukan menyampaikan apresiasi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan dan petugas pemadam kebakaran serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan.

Menurutnya, simulasi kebencanaan merupakan bagian penting dari proses pembelajaran di satuan pendidikan agar kedepannya pelajar dalam memahani hal-hal awal dalam ketika muncul keadaan darurat di sekolah.

“Melalui kegiatan ini siswa dan guru diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi bencana,” sebutnya.

SMPN 1 Nunukan menjadi percontohan bagi sekolah lainnya dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana, kedepan Disdik Nunukan berharap sekolah lainnya dapat meniru kegiatan serupa.

Andi menerangkan, pemahaman kebencanaan di lingkungan sekolah mencakup tiga tahapan, yakni sebelum bencana, saat bencana terjadi, dan setelah bencana.

“Dengan memahami ketiga tahapan, pelajar dan guru  mampu mengambil langkah yang tepat untuk mengurangi risiko serta melindungi keselamatan bersama,” jelasnya.

Selain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, Disdik Nunukan juga memberikan perhatian terhadap aspek keamanan bangunan sekolah, khususnya dalam menghadapi potensi gempa bumi.

Kondisi dan struktur bangunan perlu menjadi perhatian agar dapat meminimalkan risiko terhadap keselamatan lingkungan sekolah apabila terjadi bencana.

“Struktur bangunan sekolah harus diawasi dan diperhatikan dengan baik agar aspek keselamatannya lebih terjamin apabila terjadi gempa,” bebernya.

Kerusakan pada sejumlah bangunan sekolah menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keamanan fasilitas pendidikan terutama penggunaan material bangunan sesuai kebutuhan teknis dan standar keselamatan konstruksi.

“Melalui pelaksanaan simulasi SPAB secara berkelanjutan, Disdik Nunukan berharap budaya sadar bencana dapat tumbuh di lingkungan sekolah,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.