NUNUKAN.LK – Pemerintah Nunukan menyambut kedatangan pejabat baru Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Nunukan melalui prosesi adat Tepung Tawar di Dermaga Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung, Nunukan, Jumat (3/4/2026)
Kedatangan Danlanal Nunukan yang disambut Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait.
Kolonel Laut (P) Slamet Ariyadi, bersama Ny. Rona Slamet Ariyadi yang tiba di dermaga PLBL Nunukan disambut dengan penampilan tari dari sanggar Busak Malay dan ditutup prosesi adat Tepung Tawar sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan.
Pj Sekda Nunukan juga mengalungkan atribut khas daerah berupa selempang bermotif manik dengan ukiran Lulantatibu serta saung basung, yang merupakan kerajinan tradisional suku Dayak Lundayeh
Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan sinergi yang kuat dalam mendukung pengamanan wilayah perbatasan, khususnya pada jalur laut Nunukan–Tawau yang memiliki mobilitas masyarakat dan aktivitas perdagangan yang cukup tinggi.
Tokoh Adat Tidung, Bagian Jalil (63), yang memimpin prosesi Tepung Tawar, menjelaskan bahwa tradisi tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus doa keselamatan bagi tamu yang datang.
“Tepung Tawar merupakan simbol penghormatan, doa keselamatan, serta ungkapan syukur masyarakat atas kedatangan tamu kehormatan,” ujarnya, Jumat (03/04/2026).
Ia menambahkan, dalam prosesi tersebut digunakan berbagai unsur simbolis seperti beras kuning, beras putih, bunga rampai, dan air wangi yang dipercikkan sebagai bagian dari ritual adat.
Selain sebagai penyambutan tamu, tradisi Tepung Tawar juga kerap dilaksanakan dalam berbagai kegiatan adat, seperti pernikahan, khitanan, dan pengobatan tokoh adat. Tradisi ini terus dilestarikan masyarakat melalui berbagai sanggar seni budaya di Nunukan.




