Andre Pratama Pertemu PT Pertamina Usulkan Pendirian SPBU Nelayan di Pulau Sebatik

oleh -
oleh
Anggota DPRD Nunukan, Andre Pratama (kiri) bersama Nabila F dan rekan, manajemen PT. Pertamina Tarakan usai menyampaikan usulan pendirian SPBU nelayan di Sebatik Barat

NUNUKAN.LK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan, Kalimantan Utara, Andre Pratama bertemu perwakilan PT. Pertamina Tarakan, mengusulkan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus bagi nelayan di Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat.

“Usulan pendirian SPBU nelayan ini bagian dari aspirasi masyarakat guna mengatasi kelangkaan BBM subsidi di perbatasan Sebatik,” kata Andre, Selasa (22/09/2026).

Pendirian SPBU nelayan didasari atas sulitnya nelayan  dan petani budidaya rumput laut  memenuhi kebutuhan BBM pertalite maupun solar untuk operasional  melaut dan budidaya rumput laut.

Untuk usulan tersebut, Andre mengaku telah berkoordinasi dengan beberapa pengusaha lokal asal Sebatik yang bersedia menyiapkan perusahaan maupun sebagai penyokong modal membangun SPBU.

“SPBU nelayan rencananya dibangun di Kecamatan Sebatik Barat sebab, di Sebatik Barat paling banyak nelayan dan petani rumput laut,” ujarnya.

Andre menerangkan, berbagai pertimbangan dan alasan telah disampaikan ke Pertamina Tarakan sebagai dasar mengusulkan perlunya dibangun SPBU nelayan. Usulan pendirian SPBU juga mendapat respon positif dari Bupati Nunukan.

Kelangkaan BBM subsidi di pulau Sebatik sangat mempersulit ruang gerak para nelayan dan petani dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraannya. Aktivitas yang sangat terbataskarena terbatasnya BBM berdampak langsung terhadap penghasilan nelayan dan petani rumput laut.

“Punya sepeda motor tanpa BBM masih bisa jalan kaki ke tempat kerja, kalau nelayan pergi melaut masa dipaksa berenang sejauh 5 sampai 10 mil laut,” sebutnya.

Usulan pendirian SPBU nelayan di Sebatik sendiri mendapat respon positif dari Pertamina Tarakan, dengan menjadwalkan kunjungan ke lokasi SPBU yang akan dibangun yakni di Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik, pada awal Oktober 2026.

Selain itu, pihak Pertamina Tarakan juga telah mengatur kemungkinan jalur distribusi BBM dari kota Tarakan ke Sebatik Barat, menggunakan perusahaan transportasi yang ditunjuk sebagai rekaman mitra kerja.

“Tadi kita sudah bahas juga rencana Pertamina survei lapangan, sekaligus meneliti kelengkapan dokumen syarat pendirian SPBU,” ujarnya.

Terlepas membawa aspirasi masyarakat, kunjungan DPRD Nunukan ke Pertamina membawa pesan dari Bupati Nunukan, yang sangat berharap adanya penambahan kuota BBM subsidi untuk kebutuhan di pulau Nunukan dan Sebatik.

Kelangkaan BBM tidak lepas dari bertambahnya jumlah alat transportasi, dimana berdasarkan data UPT Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kelas A Wilayah Nunukan, jumlah kendaraan bermotor tahun 2026 tercatat sebanyak 66.549 unit dan ditambah 528 unit speedboat.

“Kalau SPBU nelayan sudah berdiri, nelayan dan petani tidak perlu lagi membeli BBM di APMS atau SPBU darat. Masing-masing sudah punya tempat mengisi,” terangnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.