JAKARTA.LK – Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan kunjungan kerja ke Perpustakaan Nasional RI di Jakarta, guna penguatan substansi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengembangan Perbukuan dan Budaya Literasi.
Kunjungan Pansus IV DPRD Kaltara dipimpin Syamsuddin Arfah bersama anggota Pansus IV lainnya, Tamara Moriska, Muhammad Hatta, Listiani, Rahmandan Dino Andrian, Rabu (09/04/2026).
Syamuddin mengatakan, kunjungan ke perpustakaan nasional merupakan bagian dari tahapan pembahasan dan finalisasi Ranperda yang tengah disusun, sekaligus upaya memperkaya materi regulasi melalui konsultasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Perpusnas dan mitra strategis di bidang literasi.
Kita juga ikut sertakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltara, mitra pembangunan NOVASI Kaltara dan Badan Standar Kurikulum dan Asesment Pendidikan,” kata Syamsuddin, Sabtu (11/04/2026)
Dalam pertemuan tersebut, berbagai masukan strategis disampaikan terkait arah kebijakan pengembangan literasi di daerah. Pihak INOVASI Kaltara menekankan pentingnya penguatan literasi dasar, tidak hanya sebatas kemampuan membaca, tetapi juga pemahaman terhadap isi bacaan.
Program pelatihan guru yang telah berjalan sejak 2017 dinilai berhasil meningkatkan capaian literasi dan numerasi di tingkat sekolah dasar, sehingga perlu terus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.
“Ranperda yang tengah disusun tidak hanya berfokus pada aspek perbukuan, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya literasi di tengah masyarakat,” sebutnya.
Ia menegaskan pentingnya peran aktif lembaga seperti Bunda Literasi agar tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan minat baca.
Selain itu, dibahas pula pentingnya membangun ekosistem literasi yang komprehensif, mulai dari penyediaan buku dalam bentuk cetak maupun digital, penguatan distribusi hingga menjangkau masyarakat luas, hingga pemberdayaan penulis lokal dan pengembangan industri penerbitan di daerah
Dari hasil kunjungan tersebut, DPRD Kaltara akan merumuskan sejumlah poin penting, di antaranya pemetaan pengaturan buku cetak dan digital, penguatan distribusi bahan bacaan hingga tingkat keluarga, sekolah dan masyarakat, serta penegasan peran institusi literasi seperti Bunda Literasi dan Duta Baca Daerah.
“Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat Ranperda yang tengah disusun agar lebih komprehensif dan adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi
Selain itu, dibahas pula pentingnya membangun ekosistem literasi yang komprehensif, mulai dari penyediaan buku dalam bentuk cetak maupun digital, penguatan distribusi hingga menjangkau masyarakat luas, hingga pemberdayaan penulis lokal dan pengembangan industri penerbitan di daerah
Dari hasil kunjungan tersebut, Pansus IV DPRD Kalimantan Utara merumuskan sejumlah poin penting, di antaranya pemetaan pengaturan buku cetak dan digital, penguatan distribusi bahan bacaan hingga tingkat keluarga, sekolah dan masyarakat, serta penegasan peran institusi literasi seperti Bunda Literasi dan Duta Baca Daerah.
“Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat Ranperda yang tengah disusun agar lebih komprehensif dan adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Utara melalui penguatan budaya literasi yang berlanjutan,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan (Deputi II), Dr. Adin Bondar, dalam pertemuan memberikan sejumlah catatan penting, salah satunya terkait perlunya keselarasan antara Ranperda dengan regulasi nasional.



