Murid dan Guru MI Darul Furqon Sebatik Keluhkan Sulitnya Jalan ke Sekolah

oleh -
oleh
Murid – murid MI Darul Furqon Sebatik termenung melihat jembatan menuju sekolahnya ambruk akibat banjir

Padahal, lanjut dia, MI Darul Furqon selama ini cukup kesulitan mendapatkan murid, terkadang guru-guru rela masuk kamp-kamp perumahan pekerja perkebunan sawit di Malaysia, membujuk agar anaknya mau bersekolah.

“tiap tahun ajaran baru kami masuk kamp pekerja di Malaysia, minta anaknya diizinkan bersekolah. Perjuangan ini demi masa depan anak bangsa,” terangnya.

Adnan meminta Pemerintah Nunukan segera membangunkan jembatan di lokasi sebelumnya. Selain jalur itu aman dari bahaya hewan liar, jalan di sana sudah dilapisi aspal meski mengalami kerusakan cukup parah.

Pembangunan jalan bermanfaat juga untuk kunjungan tamu-tamu pemerintah pusat dan luar daerah yang sering melihat keberadaan MI Darul Furqon, sebagai sekolah perbatasan yang menampung anak-anak pekerja di Malaysia.

“MI Darul Furqan ini salah satu ikon Sebatik, posisi sekolahnya tepat berada di tapal batas dua negara. Sangat disayangkan kalau tamu-tamu pusat batal ke Sebatik hanya karena jembatan ambruk,” ungkapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.