NUNUKAN.LK – Keinginan masyarakat memiliki jalan darat yang menghubungkan antar kecamatan di perbatasan Indonesia, kembali mengemuka dalam pertemuan reses anggota DPRD Nunukan, Donal di Kecamatan Lumbis Ogong.
“Permintaan jalan darat antar desa maupun kecamatan Lumbis Ogong tembus ke Kecamatan Lumbis adalah permintaan realistis meski memerlukan biaya cukup besar,” kata Donal, Minggu (09/11/2025).
Selama ini transportasi masyarakat antar desa dan antar kecamatan Lumbis Ogong sebatas menggunakan alur sungai, hal ini yang menjadikan wilayah perbatasan Indonesia sangat terisolir dari daerah lain.
Tidak hanya sebatas terisolir, perkembangan ekonomi masyarakat sulit untuk berkembang selama akses jalan darat belum dibuka, transportasi yang terbatas ini memaksa warga hanya mengembangan ekonomi dari sektor penghasilan hutan.
“Rata-rata warga di Lumbis Ogong bekerja mencari kayu garahu, mereka mau berkebun tapi takut hasil buahnya tidak bisa terjual ke luar daerah,” tuturnya.
Masyarakat di pedalaman Lumbis, Nunukan, Kalimantan Utara, memiliki harapan agar Pemerintah membangunkan jalan darat agar masyarakat bisa mudah membuka kebun dan mendapat hasil kebun.
Donal menuturkan, menghubungkan wilayah pedalaman Lumbis, Lumbis Ogong, Lumbis Hulu, Lumbis Pensiangan, dapat dilakukan dengan membuka hutan untuk dijadikan badan jalan yang saling terkoneksi.
Pembukaan bahu jalan melintasi hutan akan membuka peluang usaha masyarakat untuk mencari pekerjaan lain sebatas mencari kayu gaharu. Selain itu, jumlah penduduk dan pemukiman pasti semakin berkembang.
“Kalau jalan di buka, pasti nantinya masyarakat membuka lahan-lahan mereka untuk berkebun sawit dan lainnya, bersamaan itu terbangun pula rumah-rumah disana,” bebernya.
Untuk itu, Donal meminta Pemerintah Nunukan memperhatikan aspirasi masyarakat yang berharap dibangunkan jalan penghubung antar kecamatan dan desa, sehingga akses jalan tidak lagi tergantung alur sungai.

