Mahasiswi Nunukan Penerima Beasiswa Pemprov Kaltara jadi Korban Penyekapan dan Pemerkosaan di Makassar

oleh -448 views
oleh
Bupati Nunukan Irwan Sabri sampaikan rasa keprihatinan atas peristiwa penyekapan dan kekerasan seksual menimpa mahasiswa Nunukan di Kota Makassar, Sulsel

NUNUKAN.LK –Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Nunukan, sudah melakukan pemetaan dan mitigasi terhadap kasus penyekapan dan kekerasan seksual dialami mahasiswi asal Nunukan di kota Makassar, Sulawesi Selatan.

“Saya sudah langsung perintahkan Kesbangpol untuk mitigasi kasus penyekapan dan kekerasan seksual mahasiswi berusia 21 tahun itu,’’ kata Bupati Nunukan, Irwan Sabri, Jumat (15/05/2026).

Berdasarkan informasi, mahasiswi Nunukan tersebut penerima beasiswa Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara), melalui kerjasama dengan Yayasan Kampus Patria Artha yang dialokasikan untuk mahasiswa berprestasi dan kurang mampu.

Gadis berinisial M tersebut dikabarkan mengalami penyekapan dan kekerasan seksual selama tiga hari oleh laki-laki asal Kota Makassar, berinisial FR (30) yang kini sedang diburu aparat kepolisian setempat.

“Korban mengalami traumatis dan shock berat, saat ini korban mendapat pengawasan serta pendampingan dari para mahasiswi di asrama putri Nunukan di kota Makassar,” sebutnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius Pemerintah Nunukan, Irwan juga secara pribadi meminta Kesbangpol menghubungi kedua orang tua korban dan sesegera mungkin membantu segala hal diperlukan korban maupun keluarga.

Irwan mengaku prihatin atas kasus yang dialami mahasiswi perempuan tersebut. Selain Kesbangpol, Dia juga memerintahkan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan dan Anak (DSP3A) memastikan adanya pendampingan dan pemulihan trauma yang dialami korban.

“Pemkab Nunukan membantu kemudahan bagi keluarganya berangkat ke Makassar menemui putrinya,”

Tidak hanya membantu keberangkatan keluarga ke Makassar, Pemkab Nunukan akan membantu apabila diperlukan pendamping psikolog atau kuasa hukum dalam penanganan perkara. Seluruh biaya ditanggung pemerintah daerah.

“Atas nama Pemkab Nunukan, kami siap membantu semua hal dibutuhkan. Saya berharap kasus ini menjadi atensi Polrestabes Makassar agar segera diselesaikan,’’ sebutnya.

Dijelaskan Irwan, berdasarkan informasi diperoleh dari berapa sumber, bahwa mahasiswi asal Nunukan menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan di kawasan perumahan elite Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Korban yang berniat mencari uang untuk kebutuhannya tambahan biaya selama kuliah tertipu oleh postingan media sosial facebook yang menawarkan lowongan kerja untuk baby sitter/pengasuh bayi.

“Setelah mengirimkan lamaran kerja, Jumat 08 Mei 2026 korban dihubungi agar datang ke rumah yang beralamat di Kelurahan Barombong dan diminta menginap,” terangnya.

Tanpa rasa curiga, korban menerima syarat dan tawaran, namun nasib naas menimpa mahasiswa karena selama tiga hari disekap dengan tangan terikat. Selama penyekapan korban diduga mengalami kekerasan fisik dan pemerkosaan oleh pelaku FR.

“Ternyata rumah lokasi kejadian sengaja disewa oleh pelaku selama tiga, pelaku sepertinya sudah merencanakan aksinya,”

Kasus terungkap ketika pemilik rumah datang untuk memeriksa kontrakan yang telah habis masa sewa Rabu 13 Mei 2026. Pemilik rumah yang mengetuk pintu melihat korban dengan kondisi lemes dan tangan masih terikat meminta tolong.

Pemilik rumah selanjutnya membawa korban Polisi dan saat itu langsung mendapat pendampingan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar, serta Badan Perlindungan Anak (BPA) untuk memulihkan trauma.

No More Posts Available.

No more pages to load.