DPRD Nunukan Sarankan KONI – KORMI Selenggarakan Turnamen Besar Melibatkan Sejumlah Cabor dan Inorga

oleh -340 views
oleh
Anggota DPRD Nunukan Adama dan Andre Pratama dalam rapat kerja bersama Disbudporapar Nunukan, KONI, KORMI, KNPI dan Pramuka

NUNUKAN.LK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan, Adama menyarankan KONI – KORMI menyelenggarakan turnamen skala besar menggabungkan berbagai Cabang Olahraga (Cabor) atau Induk Organisasi Olahraga (Inorga).

Pernyataan itu disampaikan Adama dalam rapat kerja Komisi II DPRD Nunukan, bersama Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Nunukan, KONI Nunukan, KORMI Nunukan, KNPI Nunukan dan Pramuka Nunukan.

“Penyelenggaraan lomba dengan menyertakan beberapa Cabor atau Inorga akan menghemat kebutuhan anggaran dan tentunya akan semakin meriah,” kata Adama. Kamis (13/08/2026).

Menurutnya, penyelenggara lomba dalam suatu kegiatan diikuti beberapa Cabor dan Inorga akan membawa manfaat besar. Selain meningkatkan kemampuan para atlet, dampar kegiatan juga membawa pendapatan bagi pelaku UMKM.

Turnamen melibatkan berbagai cabang olahraga secara tidak langsung akan menarik minat para atlet luar daerah untuk mengikuti lomba. Lewat cara itu pula, Kabupaten Nunukan semakin terkenal.

“Saya perhatikan selama ini masing-masing Cabor dan Inorga menyelenggarakan lomba dengan waktu berbeda-beda, cara ini sangat menguras waktu dan biaya,” sebutnya.

Politisi PKS ini juga menerangkan, dana hibah diterima KONI dan KORMI hanya bisa diperuntukan bagi turnamen resmi di tingkat nasional, sedangkan untuk tingkat provinsi sebatas Pekan Olahraga Provinsi.

Biaya kebutuhan atlet yang mengikuti setiap turnamen dalam daerah tidak wajib dibiayai KONI dan KORMI, kalaupun ada bantuan dana, hanya bersifat partisipasi sebagai bentuk dukungan untuk Cabor dan Inorga.

“Tidak mungkin semua kegiatan atlet di turnamen dalam daerah dibiayai KONI dan KORMI, berbeda kalau mengirim atlet ke tingkat nasional wajib itu,” bebernya.

Senada dengan itu, anggota DPRD Nunukan, Andre Pratama, turut menyoroti aspek teknis pelaksanaan setiap kegiatan event yang hendaknya memperhatikan lokasi dan mudah dijangkau masyarakat.

“Pertimbangan titik lokasi lomba penting karena mempengaruhi tingkat keramaian  pengunjung dan juga dapat menjadi peluang bagi pelaku UMKM,” terangnya.

Lokasi lomba yang mudah diakses transportasi akan memicu semangat masyarakat datang ke lokasi kegiatan, masyarakat juga lebih nyaman hadir dan memberikan kesempatan lebih besar bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk.

Terlepas dari itu, Andre mengingatkan masing-masing organisasi penerima dana hibah agar memperhatikan administrasi serta laporan pertanggungjawaban keuangan. Hindari hal-hal yang berpotensi memunculkan kerugian negara.

“Realiasi anggaran harus sesuai kegiatan. Olahraga adalah bagian dari cara kita mempersatukan agama dan suku dalam satu wadah kedamaian,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.