DPRD Nunukan Rapat Kerja bersama Disbudporapar Bahas Evaluasi Dana Hibah 2026

oleh -259 views
oleh
Rapat kerja Komisi II DPRD Nunukan bersama Disbudporapar Nunukan, KONI, KORMI, KNPI dan Pramuka

NUNUKAN.LK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan menggelar rapat kerja bersama Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Nunukan, KONI Nunukan, KORMI Nunukan, KNPI Nunukan dan Pramuka Nunukan.

Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul mengatakan, rapat kerja bersama dinas pemerintah dan lembaga atau organisasi bertujuan melakukan koordinasi program kerja, serta menjalankan fungsi pengawasan, anggaran, dan pembuatan aturan demi pelayanan masyarakat yang lebih baik.

“Kita DPRD menjalankan fungsi pengawasan, apalagi Disbudparapar ini salah satu dinas penerima dana hibah cukup besar yang dibagikan ke sejumlah lembaga dan organisasi,” kata Fajrul, Rabu (12/08/2026)

Dalam rapat kerja, Komisi II DPRD Nunukan meminta penjelasan dinas pemerintah dalam pengalokasian dana hibah ke tiap lembaga dan organisasi serta tahapan pencairan dana bantuan, termasuk mekanisme cara pertanggungjawaban anggaran.

Perlu diketahui, KONI, KNPI, KORMI dan Pramuka setiap tahunnya menerima dana hibah dari pemerintah, pengelolaan anggaran ini tentunya fatur dipertanggungjawabkan dengan program kerja nyata.

“Misalnya KONI menerima dana hibah tahun sebesar 3,1 miliar, KORMI sekitar 1,69 miliar, rata-rata pencairan sudah masuk tahap II,” sebutnya.

Saat ini dana tahap II yang diterima KONI telah terealisasi mencapai Rp2.826.290.000, dari anggaran tersebut terdapat Rp 600 juta untuk kegiatan Bupati Cup pertandingan sepak bola yang dititipkan oleh Disbudparapar.

Sebagian besar dana KONI diperuntukan pada persiapan para atlet mengikuti ajang Porda, Porprov Kaltara tahun 2026 di Malinau, yang tentunya memerlukan dana cukup besar, sehingga perlu penanganan lebih serius.

“Saya minta penggunaan dana KONI memaksimalkan untuk pembinaan prestasi atlet sesuai ketentuan yang berlaku, khususnya ajang Porda, Porprov, hingga PON,” sebutnya.

Khusus untuk KORMI, realisasi dana hibah tahap II telah mencapai Rp1.554.540.000 dan tersisa Rp135.460.000. Fokus anggaran diarahkan pada pembinaan Induk Organisasi Olahraga (Inorga), sport festival dan program minggu bugar dengan alokasi Rp600 juta untuk mendukung lebih dari 20 Inorga.

Berbeda dengan KNPI, organisasi kepemudaan ini hanya menerima dana hibah sebesar Rp400.000.000 dengan tingkat realisasi yang telah mencapai 60 persen. minimnya anggaran ini mempersulit organisasi untuk melakukan pembinaan hingga ke tingkat kecamatan.

“Dalam rapat kerja KNPI mengajukan penambahan dana hibah sebesar  Rp800.000.000 agar program pembinaan pemuda dapat diperluas hingga ke tingkat kecamatan,” terangnya.

Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Nunukan menerima dana hibah tahun 2026 sebesar Rp700.000.000. Dalam pemaparannya, pihak Pramuka menyampaikan bahwa anggaran tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan hanya saja masih sangat kurang untuk menunjang seluruh program kerja.

Pramuka juga mengajukan permintaan bangunan gedung sendiri agar kedepannya tidak lagi sewa atau meminjam bangunan sebagai markas. Lagi pula Pramuka sudah memiliki lahan hasil hibah dari pemerintah.

“Jika kemungkinkan pemerintah daerah bisa mengalokasikan dana untuk pembangunan gedung Pramuka, jadi mereka tidak lagi setiap tahun sibuk mencari tempat markas,” tutupnya.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.