Dollar Naik, Harga Rumput Laut Nunukan Ikut Naik Rp 17.000 Per Kilogram Kering

oleh -
oleh
Penjemuran rumput laut di Mamolo Nunukan

NUNUKAN.LK– Sempat anjlok di harga Rp 11.000 per kilogram ditahun 2025, harga jual rumput laut Nunukan mengalami kenaikan diharga Rp 17.000 per kilogram bersamaan naiknya nilai tukar dollar terhadap rupiah dan naiknya harga barang.

Petani sekaligus pengusaha rumput laut Nunukan, Kamaruddin mengatakan kenaikan harga rumput laut terlihat sejak bulan awal bulan Maret 2026 dan terus mengalami kenaikan secara perlahan bersamaan naiknya sejumlah bahan pokok.

“Harga ditingkat petani kampung Mamolo Nunukan Selatan sekitar Rp 15.000 sampai tertinggi Rp 17.000 per kilogram kering,” kata Kamaruddin, Kamis (16/042026).

Selain dipengaruhi nilai dollar, kenaikan harga rumput turut disebabkan oleh cuaca panas di sepanjang bulan Maret hingga April, yang menyebabkan kadar kekeringan rumput laut dapat memenuhi standar 35 – 37.

Cuaca panas terik sangat menguntungkan bagi petani dalam mempersingkat proses penjemuran kadar standar mutu. Imbas dari keadaan ini secara tidak langsung mempercepat pula petani dalam penebaran bibit maupun penjualan.

“Dollar naik jadi berkah buat kami, begitu pula cuaca panas sangat mendukung bagi petani, pemasaran rumput laut juga jadi lebih cepat,” sebutnya.

Bersamaan naiknya harga rumput laut, upah pekerja mabentang atau pengikat bibit rumput laut ikut naik dari sebelumnya Rp 9.000 jadi Rp10.000, begitu pekerja gesek tali dari Rp 2.000 per bentang naik jadi Rp 2,500.

Saat ini produksi komoditi rumput laut Nunukan masih dikisaran Rp 4.000 sampai 5.000 ton per bulan, bertahannya jumlah produksi ini dikarenakan masih tingginya permintaan rumput laut dari Sulawesi maupun Surabaya.

“Pembeli rumput laut tambah banyak, tinggal kemampuan dari petani dan pengusaha Nunukan menyiapkan permintaan barang,” ujarnya.

Membaiknya harga jual memicu semangat masyarakat Nunukan untuk kembali menekuni usahanya, tidak sedikit petani yang sebelumnya gantung tali akibat anjloknya harga mulai lagi menebar bibit rumput.

Kabupaten Nunukan menjadi salah satu lokasi usaha rumput laut dengan hasil terbesar di Indonesia. Stabilnya nilai produksi rumput laut di sepanjang tahun dipengaruhi oleh geografis laut cukup luas.

“Lebihan kita di Nunukan panennya berkesinambungan tiap bulan, berbeda daerah lain yang panennya musim-musiman,” terangnya.

Kamaruddin mengajak petani menjaga kualitas mutu kekeringan rumput laut karena meski memiliki produksi sangat besar, namun secara standar kualitas Nunukan kalah bersaing dengan rumput laut daerah lain.

Kenaikan harga juga perlu diimbangi dengan kesadaran petani dalam menjaga kebersihan laut dengan tidak membuang sampah-sampah botol plastik bekas pelampung rumput laut dengan bebas di sepanjang laut.

“Soal sampah botol bekas pelampung ini jadi persoalan bersama, petani harus punya kesadaran diri menjaga lingkungan, jangan sampai sampah kita merugikan orang banyak,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.