Martinus mengatakan sebenarnya warga di Krayan tidak setuju dengan sistem cabut undi, namun warga Tarakan yang berada di Tarakan melihat cara inilah paling adil dan mudah diterapkan dalam keadaan darurat.
“Penerbangan Tarakan ke Krayan masih dapat Subsidi Ongkos Angkut (SOA) dari APBN dan Provinsi Kaltara, harga tiketnya sekitar Rp 500.000 lebih,” jelasnya.
Cabut undi calon penumpang biasanya dihadiri puluhan warga yang menyaksikan tumpukan KTP dimasukan dalam kotak kardus. Pengundian KTP dilakukan untuk 4 kali penerbangan pesawat dalam satu Minggu.
Berbeda dengan penerbangan dari Nunukan ke Krayan, rute ini tidak terlalu sulit mendapatkan tiket pesawat karena penerbangan dilakukan setiap hari oleh MAF Susi Air dan Maskapai Smart Air.
“Sebenarnya ada jual tiket online, tapi terkadang orang ini boking-booking tiket, tapi pas jadwal berangkat tidak ada, kasihan orang yang mau berangkat terhalang,” tuturnya.
Padatnya penumpang di penghujung tahun harusnya bisa diatasi pemerintah dengan penambah ekstra plat penerbangan, namun nyatanya persoalan bertahun-tahun ini tidak mendapat respon dari pemerintah.



