NUNUKAN.LK – Kesepakatan mengundi Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk penumpang keberangkatan rute penerbangan kota Tarakan ke perbatasan Kecamatan Krayan, kabupaten Nunukan, menjadi tradisi tiap jelang natal dan tahun baru.
“Saking banyaknya penumpang, kami warga Krayan membuat undian KTP yang keluar dipilih sebagai calon penumpang mudik ke Krayan,” kata salah seorang tokoh masyarakat Krayan, Martinus, Rabu (10/12/2025).
Tradisi tahunan ini telah ada sejak dulu sebagai pilihan alternatif guna mengatasi lonjakan calon penumpang yang tidak sebanding dengan rute penerbangan pesawat dari Tarakan ke bandara udara Long Bawan di Krayan.
Meski tradisi ini menyalahi aturan, namun warga Krayan yang saat ini bermukim di sejumlah wilayah d Samarinda, Balikpapan, Tarakan maupun pulau Jawa yang hendak pulang kampung bersepakat memilih pola inilah paling tepat
“Tradisi cabut undi KTP ini sebatas kesepakatan bersama kami, tidak melibatkan pihak pengelola bandara dan maskapai. Pola ini hanya musiman di saat padat penumpang,” ujarnya.
Maskapai MAF Susi Air yang melayani rute Tarakan – Krayan berkapasitas 12 penumpang dan bisanya 2 penumpang disiapkan khusus untuk keadaan emergency gawat darurat yang butuh penanganan cepat.
Bagi yang tidak dapat jatah berangkat pesawat terpaksa menunggu jadwal berikutnya, bahan tidak jarak warga Krayan terpaksa menginap selama satu pekan bahkan sampai 2 minggu di kota Tarakan.
“Biasanya, hanya 10 orang yang mendapatkan tiket pesawat, karena 2 tiket untuk emergency, tapi kalau tidak ada emergency bisa diisi penumpang umum,” sebutnya.
Terbatasnya jadwal penerbangan membuat warga Krayan yang bermukim di luar daerah sangat berhati-hati ketika pulang kampung, banyak warga kuatir ketika sudah berada di Tarakan malah tertahan berhari-hari karena tidak mendapat tiket pesawat ke Krayan.
Martinus mengatakan sebenarnya warga di Krayan tidak setuju dengan sistem cabut undi, namun warga Tarakan yang berada di Tarakan melihat cara inilah paling adil dan mudah diterapkan dalam keadaan darurat.
“Penerbangan Tarakan ke Krayan masih dapat Subsidi Ongkos Angkut (SOA) dari APBN dan Provinsi Kaltara, harga tiketnya sekitar Rp 500.000 lebih,” jelasnya.
Cabut undi calon penumpang biasanya dihadiri puluhan warga yang menyaksikan tumpukan KTP dimasukan dalam kotak kardus. Pengundian KTP dilakukan untuk 4 kali penerbangan pesawat dalam satu Minggu.
Berbeda dengan penerbangan dari Nunukan ke Krayan, rute ini tidak terlalu sulit mendapatkan tiket pesawat karena penerbangan dilakukan setiap hari oleh MAF Susi Air dan Maskapai Smart Air.
“Sebenarnya ada jual tiket online, tapi terkadang orang ini boking-booking tiket, tapi pas jadwal berangkat tidak ada, kasihan orang yang mau berangkat terhalang,” tuturnya.
Padatnya penumpang di penghujung tahun harusnya bisa diatasi pemerintah dengan penambah ekstra plat penerbangan, namun nyatanya persoalan bertahun-tahun ini tidak mendapat respon dari pemerintah.




