Banjir di Pulau Nunukan Rendam 345 Rumah dan Rusak 60 Hektar Sawah

oleh -159 views
oleh
Banjir bandang di pulau Nunukan rendam ratusan rumah warga, Senin (03/08/2026)

NUNUKAN.LK – Banjir bandang yang melanda Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Nunukan Selatan, Senin (03/08/2026) menenggelamkan sedikitnya 345 bangunan rumah dan 60 hektar lahan persawahan gagal panen.

Kasubid Informasi Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Nunukan, Mochammad Hidayat mengatakan hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 03:00 hingga 07:00 Wita di pulau Nunukan mengakibatkan sejumlah kawasan dataran rendah terancam banjir.

“Lokasi banjir tertinggi sekitar 1,2 meter di kawasan pemukiman penduduk pinggiran sungai dan pesisir laut,” kata Hidayat, Selasa (04/08/2026).

Dampak banjir tidak hanya menenggelamkan rumah penduduk dan lahan persawahan, bencana ini mengakibatkan tanah longsor yang berimbas pada kerusakan infrastruktur fasilitas jalan, drainase dan jembatan kayu.

Berdasarkan data BPBD Nunukan, banjir di kawasan penduduk Jalan Pasar Baru, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan mengakibatkan sekitar rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter.

Begitu pula untuk kawasan Jalan Sei Bilal, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan jumlah rumah terendam mencapai 80 unit, sedangkan Jalan Lumba-Lumba sebanyak 65 unit rumah dengan ketinggian air hampir mencapai 0,8 meter.

“Untuk lahan persawahan sekitar 60 hektar berada di Sei Apuk, dan Sei Fatimah, lahan ini baru ditanam dengan kondisi rusak parah,” sebutnya.

Sejak informasi banjir menyebar luas di masyarakat, tim BPBD Nunukan secara intensif sejak hari pertama telah meninjau lokasi titik – titik terdampak guna memastikan kondisi masyarakat dan memberikan bantuan pertama.

Tim BPBD bersama masyarakat bersama-sama melakukan evakuasi harta benda warga terdampak, sekaligus penyedotan air genangan di rumah-rumah penduduk dan sekaligus penyedotan gorong-gorong tersumbat.

“Kami sudah lakukan pemetaan dan mencatat kebutuhan korban terutama soal perbaikan fasilitas umum demi mencegah potensi longsor dan banjir di kemudian hari,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga terdampak banjir di Jalan Sei Bilal Nunukan, Cica Hernani, menerangkan ketinggian air mulai terlihat pukul 03:20 menit dan terus bertambah hingga menenggelamkan seluruh lantai bangunan rumahnya.

“Lantai rumah kami semua tenggelam, tapi masih sukur barang-barang penting seperti dokumen bisa cepat di evakuasi ke rumah tetangga,” tuturnya.

Banjir dengan ketinggian air selutut orang dewasa merupakan hal baru bagi warga Sei Bilal. Biasanya, meski hujan deras seharian tidak pernah air sungai meluap hingga ke jalan dan masuk rumah warga.

Hingga hari ini, beberapa dari warga terdampak masih terlihat membersihkan lumpur-lumpur tanah dan sampah yang hanyut terbawa masuk rumah, bencana banjir bandengan ini sangat menakutkan karena sejak 20 tahun terakhir Sei Bilal tidak pernah dilanda banjir.

“Kalau tidak salah tahun 2004 pernah air sungai meluap sampai ke jalan, tapi ketinggian air tidak seperti banjir kemarin,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.