Arpiah : Keberagaman Suku dan Agama Adalah Kekuatan Membangun Nunukan

oleh -248 views
oleh
Wakil DPRD Nunukan Arpiah menghadiri Rakor pembahasan Kamtibmas yang digelar Pemerintah Nunukan, menyikapi polemik dugaan penghinaan terhadap suku

NUNUKAN.LK – Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Arpiah mengikuti rapat koordinasi pembahasan  Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan tokoh etnis.

“Rapat penting ini menyikapi polemik dugaan penghinaan terhadap suku dari oknum masyarakat yang secara tidak langsung mengganggu Kamtibmas di Nunukan,” kata Arpiah, Rabu (05/08/2026).

Menurut Arpiah, berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, mulai dari ketahanan ideologi, geografi, hingga demografi. Seluruh aspek tersebut, sangat relevan dengan kondisi Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

“Semua tantangan itu lengkap ada di daerah perbatasan. Karena itu, kita harus benar-benar menjaganya agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ujarnya.

Arpiah mengapresiasi langkah cepat Polres Nunukan bersama pemerintah daerah dan para tokoh masyarakat dalam meredam situasi sehingga polemik yang muncul tidak berkembang menjadi konflik horizontal.

Penyelesaian persoalan terhadap suku tidak cukup hanya dilakukan ketika konflik muncul., perlu dibangun ruang dialog yang berkelanjutan melalui forum lintas suku, lintas agama, serta melibatkan generasi muda.

“Jangan hanya orang tua yang dikumpulkan, anak-anak muda juga harus dilibatkan. Mereka harus saling mengenal, berdiskusi, makan bersama, dan membangun persahabatan,” tegasnya.

Kabupaten Nunukan dihuni berbagai suku dan agama, keadaan demografi hendaknya dimanfaatkan sebagai kekuatan bangsa, bukan justru menjadi celah munculnya provokasi yang memecah belah masyarakat.

Setiap anak muda harus memiliki rasa kebanggaan terhadap identitas budayanya tanpa kehilangan rasa memiliki nilai kecintaan terhadap suku dan agama. Namun penghormatan kepada sesama orang lain adalah keharusan.

“Keberagaman yang dimiliki Nunukan merupakan modal sosial yang harus dijaga sebagai kekuatan, bukan dijadikan alasan untuk saling menyerang. keberagaman adalah kekayaan kita. Kita berbeda, tetapi mampu hidup berdampingan,” ujarnya.

Selain penguatan budaya, Arpiah menilai tokoh agama memiliki peran penting menanamkan nilai toleransi kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah harus memastikan pelayanan publik dan penegakan hukum dilakukan secara adil kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.

“Jangan sampai masyarakat merasa ada perlakuan yang tidak adil. Ketidakadilan bisa memunculkan rasa kecewa pihak-pihak tertentu untuk memicu konflik,” bebernya.

No More Posts Available.

No more pages to load.