Anggota DPRD Kaltara Ladullah Minta Pemerintah Buka Penerbangan Nunukan – Tarakan – Tanjung Selor

oleh -276 views
oleh
Anggota DPRD Kalimantan Utara asal Kabupaten Nunukan, Ladullah saat menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Kaltara

NUNUKAN.LK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) H. Ladullah, meminta Pemerintah Nunukan mengupayakan kembali dibukanya penerbangan komersial rute Nunukan – Tarakan dan Nunukan – Tanjung Selor.

“Kebetuhan transportasi semakin meningkat bersamaan bertambah jumlah penduduk di Kaltara. Penerbangan di Nunukan sangat diperlukan untuk mempersingkat durasi waktu perjalanan antar kabupaten/kota,” kata Ladullah, Sabtu (30/05/2026).

Bandara Nunukan memiliki runway sepanjang 1.600 m x 30 m yang secara standar memenuhi syarat penerbangan pesawat jenis ATR-72. Lagi pula Nunukan pernah memiliki jadwal penerbangan rute Nunukan – Tarakan menggunakan Wings Air.

Dibukanya penerbangan Nunukan – Tarakan atau Nunukan – Tanjung Selor akan mempermudah kegiatan kedinasan perkantoran yang memerlukan waktu dapat, begitu pula untuk pelaku bisnis kelas menengah keatas.

“Saya kira dari segi fasilitas dan sarana sudah terpenuhi bandara Nunukan diterbangi pesawat jenis ATR-72. Kalau tidak memungkinkan terbang tiap hari, mungkin 2 atau 3 hari tiap minggu,” ucapnya.

Politisi PKS ini memastikan pembukaan rute penerbangan Nunukan – Tarakan – Tanjung Selor tidak akan mematikan bisnis transportasi speedboat reguler, masing-masing pengguna jasa transportasi memiliki kelas tersendiri.

Bagi pelaku bisnis tentunya sangat menginginkan transportasi cepat, begitu pula untuk kegiatan kedinasan pemerintah dan anggota legislatif yang terkadang memiliki tugas penting mendesak terbatas waktu perjalanan.

“Salah satu alasan investor enggan masuk Nunukan dikarenakan belum adanya rute penerbangan, mereka perlu waktu cepat meski biaya perjalanan sedikit lebih mahal,” bebernya.

Ladullah mencontohnya, perjalanan speedboat Nunukan – Tanjung Selor memerlukan waktu antara 4 sampai 5 jam, lamanya durasi perjalanan ini menimbulkan rasa jenuh bagi penumpang karena terlalu lama duduk di kursi.

Keadaan ini dirasakan sendiri oleh Ladullah dan sejumlah anggota DPRD Kaltara asal Kabupaten Nunukan, saat menjalankan tugas lapangan bepergian dari Tanjung Selor ke Nunukan dan sebaliknya.

“Terlalu banyak waktu terbuang di speedboat, berangkat dari Tanjung Selor ke Nunukan sekitar 5 jam, nanti pulangnya 5 jam lagi, rasanya kurang efektif waktu perjalanan dinas ini,” tuturnya.

Untuk mewujudkan dibukanya rute penerbangan pesawat komersil Nunukan – Tarakan, Ladullah berencana akan mengkoordinasikan persoalan ini ke Pemerintah Provinsi Kaltara dan Dirjen Kementerian Perhubungan.

keinginan dibukanya penerbangan pesawat jenis Wings Air sulit juga perlu dukungan penuh dari Pemerintah Nunukan sebagai pemilik wilayah yang mengetahui persis kebutuhan transportasi masyarakat di daerahnya.

“Berapa tahun terakhir ini bandara Nunukan hanya untuk perbangan Nunukan – Krayan. Saya yakin penerbangan Nunukan – Tarakan – Tanjung Selor banyak peminatnya,” sebut Ladullah.

No More Posts Available.

No more pages to load.