AKBP Ruslaeni Himbau Insan Pers Nunukan Ciptakan Informasi Publik yang Sehat

oleh -173 views
oleh
Kapolres Nunukan AKBP. Ruslaeni bersama Wakapolres Nunukan AKP. I E Berlin di kegiatan coffee morning bersama insan pers dan awak media

NUNUKAN.LK – Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni menghimbau insan pers dan awak media di perbatasan Kabupaten Nunukan, untuk ciptakan ruang informasi publik yang sehat agar kabar disajikan dapat dipertanggungjawabkan di masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Kapolres Nunukan dalam kegiatan tatap muka coffee morning bersama sejumlah perwakilan media online, radio dan cetak di ruang pertemuan Polres Nunukan, Senin (24/08/).

“Manfaatkan ruang informasi publik dengan baik agar pesan atau hasil karya jurnalistik menjadi informasi positif bagi masyarakat luas,” kata Ruslaeni, Senin (24/08/2026).

Pola daya berpikir dan kemampuan tiap masyarakat berbeda-beda, begitu pula tinggal intelektual pendidikan setiap manusia berbeda-beda dalam memahami sebuah informasi kabar berita yang disajikan wartawan.

Untuk itu, Ruslaeni meminta para awak media hendaknya menyajikan karya jurnalistik dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami di semua lapisan masyarakat agar maksud dan tujuan berita tersampaikan dengan baik.

“Jangan terlalu tinggi bahasa jurnalistiknya, kasihan masyarakat berpendidikan rendah sulit memahami tulisan itu. Semakin sederhana kalimat, semakin mudah dipahami,” bebernya.

Ruslaeni menerangkan, jabatan Kapolres Nunukan yang diembannya saat ini baru berusia satu bulan, dalam waktu singkat itu pula telah disuguhi oleh kasus sara dugaan penghinaan terhadap salah satu etnis suku.

Perkara sara yang terjadi di wilayah Kabupaten Nunukan menjadi perhatian serius Polda Kaltara, Polisi berusaha menyelesaikan kasus dengan baik dan berupaya menciptakan suasana tetap terjaga aman.

“Minggu lalu kita dihadapkan kasus dugaan sara yang sempat memantik kemarahan etnis suku Dayak di Nunukan, kasus ini masih dalam penyelidikan Polisi,” ujarnya.

Peristiwa sara yang terjadi di Kalimantan Timur, Kaltara dan Aceh terjadi hampir bersamaan di bulan Agustus, kejadian ini semakin memanas karena menyebar di Media Sosial (Medsos) dikendalikan oleh oknum-oknum masyarakat.

Sebagai contoh, isu sara penghinaan etnis suku di Kabupaten Nunukan dikendalikan oleh akun asal Polandia yang sengaja membuat akun medsos facebook seolah-olah milik kelompok warga Nunukan.

“Kami sudah selidiki dibantu tim IT siber Polda Kaltara, awalnya akun dikelola di Polandia, kemudian akun berpindah ada America, pemilik akun ini diketahui sebagai pengelola akun keributan di Kaltara, Kaltim, Aceh dan Jakarta,” bebernya.

Polres Nunukan membuka ruang kritik dan saran dalam bentuk apapun dari masyarakat maupun awak media, kerjasama yang sudah terjalin baik di semua golongan hendaknya terus dijaga bersama-sama.

Keamanan sebuah wilayah tidak lepas dari peran masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan. Terlepas dari itu, peran wartawan juga sangat penting menciptakan suasana ruang informasi baik ditengah masyarakat.

“Awak media adalah pekerja profesional yang menjunjung tinggi informasi valid. Berita yang baik tidak membuat takut, tetapi memberi tahu fakta benar dengan bahasa yang mudah dipahami semua orang,” bebernya.

No More Posts Available.

No more pages to load.