Pemkab Nunukan Bersurat ke Pertamina Minta Tambahan Kuota BBM Untuk 5 SPBU

oleh -
oleh
SPBU Sebatik Indah

NUNUKAN.LK – Pemerintah Kabupaten Nunukan, mengajukan permohonan tambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi pertalite dan bio solar kepada PT Pertamina Tarakan, Kalimantan Utara.

“Permonohan tambahan kuota ini atas surat diajukan pemilik SPBU yang terima Pemerintah Nunukan, kata Kepala Bagian Ekonomi, Setkab Nunukan, Rohadiansyah, Jumat (03/04/2026).

Adapun jumlah SPBU yang sampai hari ini mengajukan usulan penambahan kuota BBM subsidi sebanyak 5 unit usaha berada di wilayah Kecamatan Sei Menggaris, pulau Nunukan dan pulau Sebatik.

Usulan penambahan kuota BBM tersebut dilakukan seiring bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatkan jumlah kendaraan bermotor roda 2 dan 4 maupun pelaku usaha laut seperti nelayan serta petani rumput laut.

“Saya tidak bisa menghafal masing-masing SBPU minta tambahan berapa ton, Intinya mereka berharap ada tambahan BBM di tahun 2026,” ucapnya.

Meningkatnya kebutuhan BBM subsidi tidak lepas pula dari naiknya harga BBM Malaysia, yang selama ini banyak digunakan warga di perbatasan RI – Malaysia. Masyarakat Sebatik mulai meninggalkan BBM luar negeri karena harga lebih mahal.

Rohadiansyah menerangkan, berdasarkan informasi masyarakat harga eceran BBM Malaysia saat ini dijual sekitar Rp 20.000, kenaikan ini imbas dari naiknya nilai mata uang Ringgit Malaysia, yang dijadikan alat beli.

“Harga BBM Malaysia naik 2 kali lipat, berbeda dengan BBM Indonesia harga tetap stabil di angka Rp 10.000, wajarlah masyarakat nggan beli BBM Malaysia,” tuturnya.

Pada awalnya kebutuhan BBM diberikan Pertamina untuk perbatasan Sebatik cukup banyak sekitar 200 ton per satu unit SPBU, namun karena masyarakat banyak membeli BBM Malaysia, maka target penjualan tidak terealisasi.

Akibatnya, PT Pertamina sejak tahun 2022 mengurangi kuota BBM subsidi SPBU Sebatik dengan pertimbangan sesuai kebutuhan realisasi terjual per bulan sekitar 75 ton jenis pertalite.

“Sekarang mulai dirasakan kekurangan BBM di pulau Sebatik, jadi mereka Pemkab Nunukan merekomendasikan mengajukan tambahan kuota,” bebernya.

Rohadiansyah tidak menyalahkan masyarakat dulunya lebih banyak membeli BBM Malaysia, harga lebih tentunya menjadi pertimbanga, apalagi kualitas BBM tidak berbeda dan mendapatkan nya cukup mudah.

“Kami upayakan persoalan ini masuk ke Pertamina, ada beberapa alasan bisa kenapa perlu tambahan BBM salah satunya jumlah kendaraan bertambah,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.