Wanita ODGJ di Nunukan Melahirkan Bayi di Rumah Penuh Sampah

oleh -
oleh
Staf DSP3A Nunukan memeriksa kesehatan Wanita ODGJ pasca melahirkan

NUNUKAN.LK– Seorang wanita penyandang gangguan mental atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berusia 38 tahun, melahirkan bayi laki di sebuah rumah Jalan Pangkalan, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan.

“Wanita ini hidup seorang diri dan melahirkan bayi di rumah penuh dengan sampah,” kata Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan,” kata Yarius Pare Ruru, Kamis (07/05/2026).

Ibu bayi yang belum diketahui namanya itu dijemput DSP3A Nunukan di rumahnya untuk dibawa ke shelter rehabilitasi milik pemerintah guna penanganan medis dan perawatan .

Pemindahan wanita dilakukan sebagai bentuk kemanusian karena kondisi rumah yang ditempatinya sangat kotor tidak layak, terutama untuk bayi yang rentan terkena kuman penyakit.

“Kami temukan wanita ini atas informasi warga, kemudian kita bawa ke shelter guna penanganan selama 7 hari kedepan,” sebutnya.

Meski mengalami ODGJ, ibu dari bayi terlihat sangat sayang terhadap anaknya, tidak ada penolakan untuk menjaga atau mengganggu bayinya, bahkan pasca melahirkan langsung memberikan asupan asi badan.

Layaknya orang sehat, wanita yang baru melahirkan itu terkadang menggendong bayinya dengan penuh kasih, tidak jarang terlihat senyum dan bahagia ketika melihat anaknya diberikan susu tambahan oleh staf DSP3A Nunukan.

“Untuk kebutuhan ibu dan anak sementara ini kami tanggung, kami juga siapkan perawat dan staf untuk mengurus kebersihan ibu dan,” bebernya.

Berdasarkan informasi masyarakat, wanita dengan gangguan jiwa ini hidup dengan cara tidak wajar layaknya wanita pramuria, tidak jarang lelaki hidung belang memanfaatkan dirinya untuk berhubungan badan.

Dalam praktek hubungan badan, korban bisanya diberikan uang atau upah dari para lelaki tanpa tarif jelas. Uang hasil pekerjaan itulah digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Hubungan badannya dilakukan di sembarang tempat, begitu pula upahnya semaunya lelaki. Intinya korban butuh uang dan lelaki butuh hiburan,” tuturnya.

Saat ini DSP3A Nunukan sedang berusaha mencari informasi lelaki yang bisa diminta bertanggung jawab. Upaya ini diakui cukup sulit karena terbentur sulitnya mendapatkan informasi pasti dan benar dari wanita.

Selain memberikan perlindungan dan perawatan, DSP3A Nunukan bersama Polsek kota Nunukan, dibantu warga membersihkan rumah tempat tinggal milik wanita yang penuh dengan kotoran berserakan.

“Sesuai rencana, wanita bersama bayi akan dipulangkan dari shelter rehabilitasi setelah proses pembersihan rumah rampung layak dijadikan hunian sehat,” ujar Yarius.

Dalam status ODGJ, ibu bayi rentan bertindak tidak normal dalam menjalani hidup sehari-harinya. Untuk itu, perlu ada pengawasan tambahan pasca dipulangkan ke rumahnya, terutama  kebutuhan balita.

“Ini yang masih kami pikirkan, anggaran Dinsos terbatas tidak mungkin menanggung selamanya, jadi butuh ada perhatian dari semua pihak,” ungkapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.