“Cara menasehati Gen Z sudah tidak relevan lagi menggunakan cara kolonial, zaman sudah berubah dengan segala digitalisasinya, jadi orang tua harus melihat metode apa yang bisa diterima anak muda,” ujarnya.
Politisi PKS Nunukan ini mengaku prihatin dengan kondisi anak-anak muda yang kurang produktif, namun sangat aktif kumpul di cafe-cafe atau tempat nongkrong menghabiskan waktu yang seharusnya dimanfaatkan untuk bersosialisasi bersama keluarga.
Ditengah keprihatinan inilah, Arpiah berinisiatif mendirikan Yayasan Rumah Kita Berkah Sejahtera. Yayasan yang dikelola anak muda kreatif bersama guru dan sarjana psikolog ini memiliki 3 segmen dengan sasaran awal anak muda.
“Yayasan kita punya 3 segmen, pertama edukasi religi generasi robbani dengan sasaran mengembalikan Alquran dalam kehidupan, kedua konseling yang dibimbing sarjana psikolog bersama guru dan ketiga segmen bisnis bagi anak muda menghasilkan uang tanpa modal dengan sarana handphone,” terangnya.
Dari ketiga segmen ini, segmen bisnis paling digemari anak muda karena diajarkan menghasilkan uang tanpa modal misalnya menawarkan barang-barang yang digemari masyarakat menggunakan handphone.
“Kita siapkan gula segmen belajar mengaji, tapi muridnya malah banyak ibu-ibu rumah tangga ketimbang anak muda, tapi tetap kami ajarkan membaca Alquran,” ungkapnya.


