Tingkatkan Kemampuan Pramuwisata, Disbudporapar Nunukan Gelar Uji Sertifikasi Kompetensi

oleh -
oleh
Para Pramuwisata di Kabupaten Nunukan mengikuti uji kompetensi peningkatan tugas dan pengetahuan observasi lapangan

NUNUKAN.LK – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan, menggelar Uji Sertifikasi Kompetensi Pramuwisata madya (Overland Tour Guide) di aula hotel Lenflin, Selasa (03/11).

Kepala Disbudporapar Nunukan, H. Surai, mengatakan pariwisata merupakan salah satu sektor strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkenalkan potensi dan keunggulan daerah kepada masyarakat luas.

“Keberadaan pramuwisata bukan sekadar mendampingi perjalanan wisatawan, tetapi juga memiliki peran penting sebagai sumber informasi dalam memperkenalkan sejarah, budaya, dan berbagai potensi daerah kepada pengunjung,” kata Sur’ai, Rabu (04/11/2026).

Surai menerangkan, seorang pramuwisata dituntut memiliki pengetahuan, kemampuan komunikasi, serta pengalaman yang memadai dalam menjalankan tugasnya.

Melalui uji sertifikasi, para peserta diharapkan dapat menunjukkan kompetensi yang dimiliki dan memperoleh pengakuan sesuai standar kualitas profesi sumber daya manusia.

“Saya berpesan agar peserta mengikuti seluruh tahapan dengan sungguh-sungguh serta meminta tim asesor melaksanakan pengujian secara profesional dan objektif,” sebutnya.

Pelaksanaan uji sertifikasi pramuwisata madya diikuti 15 peserta yang berasal dari berbagai pengelola destinasi wisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Nunukan.

Para pramuwisata tersebut petugas sebagai pengelola Air Terjun Binusan, Mangrove Belaga One, Mangrove Sei Fatimah, Pokdarwis Paguntaka Desa Binusan, Pokdarwis Desa Tanjung Aru, Pokdarwis Desa Tanjung Karang, SAE Lanuka,

“Kegiatan ini bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Mahamu Mandiri yang berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” jelasnya.

Sementara itu, ketua LSP Mahamu Mandiri, Murad, M.A.Par. menjelaskan proses uji kompetensi dilakukan melalui lima perangkat asesmen, meliputi ujian tertulis, lisan, wawancara, demonstrasi, serta observasi lapangan.

“Pengujian tidak hanya pada mengukur pengetahuan peserta, tetapi juga memastikan kemampuan dalam menerapkan standar operasional prosedur saat bertugas sebagai pemandu wisata,” bebernya.

“Seluruh tahapan asesmen tersebut menjadi dasar dalam menentukan status kompetensi masing-masing peserta agar nantinya tenaga pramuwisata semakin kompeten, profesional, dan memiliki daya saing.

Dengan kemampuan yang terstandar, para pemandu wisata diharapkan mampu memberikan pelayanan serta pengalaman berwisata yang baik kepada pengunjung dalam maupun luar negeri di Kabupaten Nunukan.

“Peningkatan kualitas SDM pariwisata menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat pengembangan potensi wisata dan membangun citra pariwisata Nunukan yang berkualitas,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.