Tersesat di Hutan Wisata, Dua Pelajar Nunukan Diselamatkan Info Call Center 112

oleh -326 views
oleh
Dua remaja putri Aisyah Dwi Zakhia (16) dan Zarina Kewa (17) yang tersesat di hutan wisata Binusan yang ditemukan tim BPBD Nunukan

NUNUKAN.LK– Dua pelajar putri tersesat di kawasan hutan wisata Binusan, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, berhasil ditemukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Kalimantan Utara.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfotik) Nunukan, Arif Budiman, mengatakan penyelamatan Aisyah Dwi Zakhia (16) warga Jalan Sei Sembilang Nunukan dan Zarina Kewa (17) warga Jalan Pesanteren Nunukan, berawal dari informasi layanan darurat call center 112 milik Pemerintah Nunukan.

“Kedua remaja putri ini menghubungi call center 112 melaporkan dirinya tersesat di kawasan hutan wisata Binusan, Minggu 10 Mei 2026 sekitar pukul 16:32 Wita,” kata Arif, Minggu (10/05/2026).

Bersamaan menerima sinyal layanan darurat, petugas call center 112 Nunukan, Daniel Sumari, meneruskan informasi ke grup dan berkoordinasi dengan tim BPBD Nunukan serta Basarnas Nunukan guna bantuan penyelamatan.

Arif menerangkan, tersesatnya dua remaja perempuan sempat menimbulkan kepanikan mengingat kondisi hutan wisata dipenuhi pohon-pohon lebat dan berpotensi membahayakan bagi anak-anak.

“Kita langsung perintahkan personil BPBD di sekitar areal Binusan bergerak cepat menuju lokasi sambil berkoordinasi dengan pengelola wisata air terjun Binusan,” bebernya.

Pencarian remaja di hutan wisata membuahkan hasil, personel BPBD menemukan keberadaan keduanya sekitar pukul 17:46 Wita. Bersamaan dengan itu, BPBD Nunukan menginformasikan segera hasil evaluasi penyelamatan.

Arif menyampaikan apresiasi atas kerja sama lintas instansi serta peran aktif masyarakat dalam memanfaatkan layanan darurat 112 yang disiapkan pemerintah Nunukan dalam mengatasi kondisi cepat dan tanggap.

“Ini bukti bahwa satu nomor darurat bisa menyelamatkan nyawa. Kami menghimbau masyarakat untuk tidak ragu menekan 112 jika ketika menghadapi keadaan darurat,” bebernya.

Nomor tunggal panggilan darurat Call Center 112 merupakan transformasi digital layanan publik di daerah yang diluncurkan tahun 2026. Keberadaan nomor ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam membangun sistem tanggap darurat yang cepat, terpadu, dan mudah diakses masyarakat.

Kehadiran layanan ini juga menjadi bentuk penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif dan terintegrasi melibatkan unsur TNI.Polri dan pemerintah daerah.

Keterlibatan lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi serta mempercepat penanganan ketika terjadi kondisi darurat di lapangan.

“Layanan Call center 112 diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat,” beber Arif.

No More Posts Available.

No more pages to load.