“Kuota BBM Sei Menggaris sekitar 20 ton, tapi hanya 2 hari sudah habis di SPBU. Mereka terang terangan drum-drum masuk ambil BBM,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Nunukan, Rohadiansyah membenarkan adanya penyampaian aspirasi keterlambatan suplay BBM Sei Menggaris yang belakangan menimbulkan gejolak.
“Sei Menggaris belum ada Terminal Khusus (Tersus) bongkar muat BBM, ini yang jadi persoalan terhentinya suplai BBM,” jelasnya.
Terhadap persoalan ini, Pemerintah Nunukan berjanji akan membantu distribusi BBM lewat komunikasi dan koordinasi bersama instansi KSOP selalu memberi izin bongkar muat agar memberikan kebijakan lokal.
Selama ini bongkar muat BBM Sei Menggaris sebatas kebijakan lokal karena wilayah pedalaman tersebut belum memiliki pelabuhan resmi yang memenuhi aturan kedatangan kapal pengakut BBM.
“Kita coba koordinasi ke KSOP minta kebijakan bongkar muat sembari mempersiapkan tahapan aturan berikutnya,” terangnya

