Sudah Dua Bulan SBPU Sei Menggaris Tak Jualan BBM

oleh -
oleh
SPBU Sei Menggaris tutup sejak 2 bulan terakhir

NUNUKAN.LK – Kelompok masyarakat tergabung dalam Komunitas Travel Kalimantan (Kontrak) Kecamatan Sei Menggaris, menyampaikan keluhan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) sejak awal Desember 2025.

“Sudah hampir dua bulan BBM subsidi pertalite dan solar tidak masuk ke SPBU Kanduangan, kondisi ini sangat meresahkan masyarakat” kata ketua Kontrak Sei Menggaris, Rusli, Senin (26/01/2026),

Sejak terjadinya kelangkaan BBM, masyarakat dan pemilik travel dipaksa membeli pertalite seharga Rp 18.000 sampai Rp 20.000 per botol yang didatangkan dari tangan ke tangan pengecer dari Kabupaten Malinau.

Imbas kelangkaan BBM sangat mempengaruhi aktivitas perekonomian nelayan, mobil travel hingga kendaraan pengangkut buah kelapa sawit di kawasan perkebunan milik masyarakat Sei Menggaris.

“Ada BBM dijual tapi sangat terbatas dengan harga tinggi, kalau begini terus bisa tutup usaha kami,” ujarnya.

Masyarakat dan kelompok kontrak sempat berencana menggelar demo atas kelangkaan BBM, namun aksi ini dibatalkan karena Pemerintah Nunukan memberikan kesempatan berdiskusi dan berjanji memfasilitasi penyelesaian kendala.

Rusli menerangkan, terhentinya suplai BBM subsidi disebabkan oleh tidak adanya bongkar muat kapal pengangkut BBM dari Tarakan masuk di pelabuhan Sedekayun Taka, Sei Menggaris.

“Kami dapat informasi dari pihak KSOP Nunukan tidak mengizinkan bongkar muat kapal BBM. Persoalan inilah yang kami sampaikan ke pemerintah daerah,” sebutnya.

Berbeda dengan transportasi sungai, speedboat dan kapal kayu pengangkut barang dan kebutuhan lainnya cukup lancar, karena semua kebutuhan BBM pertalite dan solar diambil dari pulau Nunukan.

Masyarakat menduga tidak terbitnya izin bongkar muat BBM Sei Menggaris dihubungkan dengan pelanggaran SPBU yang lebih mengutamakan agen-agen eceran, sehingga kebutuhan BBM subsidi tidak tepat sasaran.

No More Posts Available.

No more pages to load.