Pelaku berupaya mengintimidasi korban dengan mengajaknya ke dekat embung persemaian PDAM Nunukan, korban kembali dianiaya dengan cara dipukul menggunakan tangan kosong di bagian kepala.
“Setelah menganiaya pacarnya, pelaku dengan santainya mengantar korban ke rumah teman korban di Jalan Lumba-Lumba Nunukan, kemudian pelaku pergi begitu saja,” ucapnya.
Korban mengaku intimidasi dan kekerasan terhadap dirinya bukanlah kali pertama, pelaku sering kali melakukan kekerasaan ketika merasa tidak senang dengan pacarnya atau ada hal yang membuat pelaku kesal.
“Pelaku memiliki rasa cemburu berlebihan dan kalau sudah marah selalu memukul pacarnya,” beber Karyadi.



