NUNUKAN.LK – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menyatakan kesiapannya menggelar Sensus Ekonomi 2026 (SE-2026) yang dijadwalkan berlangsung Mei hingga Juli mendatang.
Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien, mengatakan keterbukaan informasi dari warga adalah modal utama keberhasilan dalam pelaksanaan sensus ekonomi yang nanti dilaksanakan selama 3 bulan penuh.
“Kami berharap masyarakat menyambut para petugas lapangan dengan tangan terbuka demi akurasi data yang akan digunakan untuk sepuluh tahun ke depan,” kata Iskandar, Kamis (26/02/2026).
Agenda besar sepuluh tahunan ini menjadi pondasi utama bagi pemerintah untuk memotret kekuatan ekonomi, mulai dari skala usaha mikro kecil, hingga perusahaan besar yang beroperasi di seluruh wilayah perbatasan Indonesia Kabupaten Nunukan.
Iskandar menerangkan, partisipasi aktif masyarakat dalam sensus ekonomi bukan sekadar urusan administrasi, namun melainkan langkah nyata dalam menentukan kualitas pembangunan daerah.
“Mohon kehadiran petugas sensus BPS Nunukan diterima dengan baik, berikan informasi akurat agar data yang terkumpul riel sesuai pakta,” ujarnya.
Semua data sensus akan menjadi rujukan utama pemerintah dalam merancang kebijakan publik yang tepat sasaran terhadap pembangunan pasar, perbaikan jalur logistik, hingga penyusunan program pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan potensi lokal.
Bagi pelaku usaha, sensus ini adalah momen agar profil usahanya tercatat dalam sistem nasional yang nantinya mempermudah akses terhadap bantuan modal, serta program penguatan UMKM dari pusat maupun daerah.
“Masyarakat jangan ragu atau khawatir memberikan jawaban yang jujur karena setiap informasi bapak dan Ibu berikan dilindungi kerahasiaannya oleh undang-undang,” sebutnya.
Iskandar memastikan data hasil sensus murni digunakan hanya pada tujuan statistik bukan untuk kepentingan pajak atau lainnya. Pengumpulan data investasi sangat menentukan masa depan Nunukan lebih sejahtera.




