Ruang Kelas Kurang, 312 Peserta Didik SMPN 4 Nusa Terpaksa Belajar Bergantian

oleh -138 views
oleh
Anggota DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam bersama Kepsek SMPN 4 Nusa, Djadmoko melihat-lihat kondisi bangunan sekolah

NUNUKAN.LK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan, Kalimantan Utara, Andi Fajrul Syam, melaksanakan kunjungan kerja ke SMPN 4 Nunukan Selatan (Nusa), guna melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sekolah.

“Tadi saya sudah berdiskusi dan berkomunikasi bersama kepala sekolah serta sejumlah guru mendengarkan kegiatan belajar mengajar di SMPN 4 Nunukan Selatan,” kata Fajrul, Senin (31/08/2026).

Dari hasil kunjungan tersebut, Fajrul mencatat beberapa hal penting yang perlu mendapat perhatian seperti masih kurangnya ketersedian ruang belajar bagi peserta didik yang jumlahnya sebanyak 312 orang.

Akibat belum terpenuhinya jumlah ruang belajar, sebagian peserta didik SMPN 4 Nusa mengikuti kegiatan belajar secara bergantian yakni waktu belajar pagi hingga siang dan waktu siang – sore.

“Kalau dihitung-hitung kebutuhan kelas untuk 312 murid sebanyak 12 keles, tapi saat ini ruang kelas yang tersedia 8 unit,” sebutnya.

Untuk itu, Fajrul meminta pemerintah daerah dapat segera mencari solusi terbaik dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, jika memungkinkan tahun depan disiapkan tambahan empat Ruang Kelas Baru (RKB).

Tambahan RKB tersebut bukan lagi sekedar usulan karena kebutuhan kelas adalah hal penting dalam pelaksanaan pendidikan. Baiknya sarana dan prasarana di sekolah turut mempengaruhi mutu pendidikan.

“Sama dengan sekolah lainnya pendidikan hanya dilaksanakan pagi hari, jadi upayakan SMPN 4 Nunukan Selatan juga begitu,” pintanya.

Selain kurangnya kelas belajar, jumlah sanitasi WC atau kamar kecil di SMPN 4 Nunukan Selatan tidak sebanding dengan jumlah peserta didik. Padaha sarana ini erat berhubungan dengan kesehatan sekolah.

“Jangan kita sibuk bicara sekolah sehat, sementara anak-anak masih harus menyesuaikan diri dengan keterbatasan fasilitas dasarnya,” beber Fajrul.

Begitu pula untuk plafon sekolah yang mengalami kerusakan, setidaknya terdapat 6 ruang belajar yang perlu dilakukan rehabilitasi karena plafon yang terdahulu sudah mengalami kerusakan cukup parah.

“Jangan kita terlalu jauh berbicara tentang masa depan pendidikan di atas podium, Ingat masa depan anak-anak dibentuk mulai hari ini,” tutupnya

No More Posts Available.

No more pages to load.