Persoalan ini diakui menjadi kendala bagi Imigrasi dalam memberikan pelayanan prima dan cepat. Hal yang sama juga terjadi di perbatasan lainnya seperti kota Kupang, NTT yang berbatasan dengan Timor Leste.
“Kami tidak tahu apa alasan Malaysia tidak membuka pos untuk penyeberangan dari PLBN Sebatik dan PLBN Labang,” ujarnya.
Arus keluar masuk warga Krayan ke Serawak, Malaysia tidak pernah sepi, petugas Imigrasi mencatat sedikitnya 80 sampai 90 orang setiap hari ke Malaysia, dengan keperluan berbelanja kebutuhan hidup dan berkunjung keluarga.
“Warga disana sudah paham kalau sebatas berbelanja ke Serawak pakai PLB, tapi kalau mau berjalan lebih jauh gunakan paspor,” tutupnya.


