NUNUKAN.LK – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Utara (Kaltara), melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), sekaligus memperingati Hari Lahir (Harlah) PMII ke-66 yang digelar di Aula BKPSDM Kabupaten Nunukan.
Mewakili Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang, Staf Ahli Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa dan Pemerintahan, Robby Yuridi Hatman, mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara mengucapkan selamat Harlah PMII ke-66.
“Sebuah usia yang menunjukan kematangan dan konsistensi perjuangan PMII dalam mengawal cita-cita kemerdekaan dan menjaga keutuhan bangsa,” ata Robby, Sabtu (02/05/2026).
Usia 66 tahun bukanlah waktu singkat. Selama ini PMII telah melahirkan banyak tokoh, intelektual dan pemimpin bangsa yang berkontribusi nyata di berbagai bidang. Ini membuktikan bahwa PMII bukan hanya organisasi kaderisasi tempat berproses.
Pemerintah Kaltara telah melihat kader PMII aktif berperan dalam berbagai isu kemasyarakatan, pendidikan, keagamaan hingga pemberdayaan pemuda. Kiprah ini terus diperluas dengan memperkuat jejaring.
“Kader PMII harus menjadi bagian dari solusi sebuah persoalan bangsa, jangan hanya menjadi pengamat atau komentator masalah,” sebutnya.
Robby menerangkan, pemimpin masa depan bukan hanya orang-orang yang fasih berbicara, tapi orang yang mampu berpikir kritis, bekerja kolaboratif dan berjiwa melayani serta melahirkan ide-ide positif membangun bangsa.
Rakerda yang digelar PMII Kaltara merupakan forum strategis untuk memperkuat arah pergerakan organisasi. Meneguhkan nilai-nilai perjuangan serta membangun barisan kader yang siap mengawal PMII ke masa depan.
“Saya pesan kepada peserta Rakerda mari jadikan forum ini sebagai ajang konsolidasi intelektual dan spiritual, jangan hanya mengejar kemenangan personal atau kelompok,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua PKC PMII Kaltara Muh. Nur Arisan menyebutkan sebuah kebanggaan bagi PKC PMII Kaltara, dapat kembali menjalankan roda – roda organisasi dan merefleksikan gerakan membangun kaderisasi.
“Menjalankan sebuah organisasi bukan sekedar cakap berbicara dan berpikir, tapi bagaimana mengakomodir seluruh kepengurusan di internal di semua cabang,” ujarnya.
Akar menjalankan sebuah organisasi berada di kaderisasi karena ketika matinya sebuah kaderisasi, maka dipastikan organisasi tidak berjalan. Untuk itu, persoalan kaderisasi harus dijalankan di tingkat rayon maupun cabang.
Melihat fenomena merajalelanya korupsi di Indonesia, PMII Kaltara telah mengagendakan mengundang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) membahas terkait perencanaan pembangunan di Kaltara.
“Kita ingin mengawal audit penggunaan APBN dan APBD agar penggunaan keuangan terkawal dengan baik, tidak masuk kantong,” tutupnya.

