Permintaan Domestik dan Ekspor Meningkat, Harga Rumput Laut di Nunukan Naik Rp 31.000/Kg

oleh -166 views
oleh
Penjemuran rumput laut di perkampung Mamolo Nunukan Selatan

Penjemuran rumput laut di perkampung Mamolo Nunukan Selatan

NUNUKAN.LK – Harga jual rumput laut kering di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terus merangkak naik di angka Rp 31.000 per kilogram seiring meningkatnya permintaan pasar domestik dan ekspor.

Ketua Koperasi Rumput Laut Mamolo Sejahtera Nunukan Selatan, Kamaruddin, mengatakan kenaikan harga mulai terjadi sejak bulan April yang sebelumnya di Rp 17.000, naik di angka Rp 29.000 hingga Rp 31.000/kilogram kering.

“Awal tahun 2026 harga masih Rp 13.000, kemudian bulan April naik Rp 17.000 dan terus merangkak naik hingga menembus harga tertinggi Rp 31.000/kilogram,” kata Kamaruddin, Kamis (20/08/2026).

Membaiknya harga jual rumput laut di Nunukan dipengaruhi beberapa faktor seperti menurunnya kuota panen di beberapa daerah panghasil, dan semakin meningkatnya permintaan pasar luar negeri terhadap hasil kelautan ini.

Seiring naiknya harga, upah pekerja mabentang atau pengikat bibit rumput laut di sejumlah lokasi pembudidaya mulai menyesuaikan dari sebelum Rp 8.000 per bentang naik menjadi Rp 12.000 per bentang (1,2 meter).

“Kenaikan nilai tukar mata uang dollar juga pandang sebagai pemicu kenaikan harga jual rumput laut,” sebutnya.

Sejak harga jual membaik, petani yang sebelumnya gantung tali atau berhenti mulai kembali membudidayakan rumput laut, begitu pula petani yang pulang kampung ke Sulawesi berangsur kembali ke Nunukan.

Meski masyarakat pulau Nunukan dan Sebatik, kembali ramai-ramai membudidayakan rumput laut, jumlah produksi daerah belum mengalami kenaikan yakni masih di angka 5.000 ton – 6.000 per bulan.

“Jumlah petaninya semakin banyak, tapi kesuburan rumput laut masih seperti dulu, kadar kekeringan rumput juga masih sama sekitar 35-37,” bebernya.

Sebagai wilayah pesisir, jumlah produksi rumput laut di perkampungan Mamolo Nunukan Selatan, menyumbangkan sekitar 1.000 ton lebih per bulan untuk perdagangan dalam negeri ke Sulawesi Selatan dan Surabaya.

Kurang Lantai Jemur

Besarnya jumlah panen di Kabupaten Nunukan tidak sebanding dengan keberadaan lantai jemur, sehingga banyak petani kesulitan mengeringkan rumput laut hingga mencapai standar kebutuhan pasar.

“Lantai jemur kita kurang banyak, kadang pas lagi menjemur datang lagi rumput laut baru panen, jadi kami bergantian menjemurnya,” bebernya.

Terhadap persoalan ini, Kamaruddin meminta Pemerintah Nunukan bisa membantu menyiapkan lantai-lantai jemur di tiap lokasi budidaya rumput laut, agar petani dapat dengan mudah mencapai kekeringan maksimal.

Pembuatan lantai-lantai jemur kualitas standar bisa menghabiskan biaya sekitar Rp 150 juta hingga Rp 200 juta ukuran 10 x 20 meter. Semakin luas lantai jemur, semakin banyak daya tampung rumput yang bisa dikeringkan.

“Sebenarnya lantai jemur ini peluang usaha menghasilkan uang, punya lantai jemur bisa disewakan ke petani,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.