Pemprov Kaltara Minta Penyediaan Bahan Baku Dapur MBG Melibatkan Sekolah

oleh -
oleh
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Pemprov Kaltara, Sanusi (tengah) bersama Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II, Badan Gizi Nasional, Dr. Nurjaeni (kiiri) di acara peresmian SPPT Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur

NUNUKAN.LK – Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), Sanusi, minta pemenuhan bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG) melibatkan pihak sekolah.

Permitaan itu disampaikan Sanusi, saat menghadiri peresmian 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta Prevalensi Stunting Tinggi wilayah tengah Indonesia, yang dipusatkan di SPPG Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan.

“Kebutuhan bahan baku dapur MBG semakin besar, peluangan ini harusnya dimanfaatkan sekolah untuk menyediakan pasokan dapur dengan memanfaatkan lahan-lahannya,” kata Sanuri, Rabu (14/10/2026).

Pemanfaatan lahan sekolah untuk bercocok tanam maupun membuka kandang ternak secara tidak langsung mengajarkan siswa – siswi untuk mandiri dan bertahan hidup di masa depan.

Peluang bisnis memasok bahan baku dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) hendaknya dimanfaatkan semua sekolah, apalagi sekolah sendiri merupakan sasaran utama penerima program MBG itu sendiri.

“Tidak hanya lingkungan sekolah, masyarakat sekitarnya juga bisa menangkap peluang ekonomi pemenuhan kebutuhan dapur MBG,” sebutnya.

Pemprov Kaltara sangat mendukung pelaksanaan program MBG yang kini semakin meluas hingga ke wilayah 3T. memberikan MBG kepada pelajar maupun ibu-ibu hamil adalah investasi jangka panjang dalam perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM).

Menurutnya, Pembangunan suatu daerah tidak akan berjalan optimal dan berkelanjutan jika hanya berfokus pada infrastruktur fisik tanpa dibarengi dengan peningkatan Kualitas SDM unggul anak-anak bangsa.

“Infrastruktur adalah hardware, sedangkan SDM adalah software sekaligus penggerak utamanya. Keduanya harus berjalan seimbang,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Regional Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Provinsi Kaltara, Aji Sanjaya, menerangkan saat terdapat 57 SPPG di wilayah Kaltara, yang tersebar di 20 kecamatan pada 5 kabupaten/kota

“Jumlah penerima manfaat program MBG di Kaltara sebanyak 139.536, terdiri kelompok pelajar Paud – SMA, dan kelompok non pendidik yakni ibu hamil dan menyusui,” terangnya.

Bertambahnya jumlah 12 SPPG di wilayah Kaltara sebagai bentuk penegasan dari pemerintah dalam memastikan tidak satupun anak dan ibu terlewatkan dalam pemenuhan gizinya.

Adapun 12 SPPG yang diresmikan serentak Rabu 14 Oktober 2026 masing-masing

  1. SPPG Apung, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
  2. SPPG Salimbatu, Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan.
  3. SPPG Malinau Seberang, Malinau Utara, Kabupaten Malinau.
  4. SPPG Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan.
  5. SPPG Sungai Nyamuk, Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan.
  6. SPPG Tukulon, Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan.
  7. SPPG Samunti, Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan.
  8. SPPG Sedalit, Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan.
  9. SPPG Labang, Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan.
  10. SPPG Panas, Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan.
  11. SPPG Tau Lumbis, Lumbis Hulu, Kabupaten Nunukan.
  12. SPPG Tideng Pale Timur, Sesayap, Kabupaten Tana Tidung.

No More Posts Available.

No more pages to load.