Pemkab Nunukan – Konsulat RI Tawau Bahas Kerjasama Penguatan Perbatasan dan Pendidikan Anak-Anak PMI

oleh -
oleh
Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, menerima kunjungan kerja Acting Konsulat RI Tawau, Sabah, Malaysia, Dino Nurwahyudin di ruang kerjanya

NUNUKAN.LK – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Raden Iwan Kurniawan, menerima kunjungan kerja rombongan Konsul Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Sabah, Malaysia, Rabu (07/10/2026).

“Pertemuan ini membahas koordinasi strategis terkait isu-isu krusial di wilayah perbatasan, seperti pendidikan anak – anak Pekerja Migran Indonesia (PMI), serta konektivitas dan perekonomian antar wilayah,” kata Iwan Kurniawan, Kamis (08/10/2026).

Iwan menuturkan, Pemerintah Nunukan berkomitmen untuk terus menjalin kerjasama sinergitas dengan perwakilan pemerintah pusat di wilayah Malaysia. langkah ini penting guna memastikan pelayanan publi tetap berjalan baik.

Selain itu, Pemerintah Nunukan juga berharap kedua negara memperhatikan perlindungan terhadap PMI, serta pengembangan kawasan perbatasan secara optimal dan terintegrasi.

​“Komitmen sinergi dituangkan dalam kerjasama untuk saling mengawal dan menindaklanjuti berbagai hal strategis demi kemajuan wilayah perbatasan NKRI,” bebernya.

Sementara itu, Acting KRI Tawau, Sabah, Malaysia, Dino Nurwahyudin, dalam pertemuan menyampaikan sejumlah perhatian penting, terutama program pendidikan anak-anak PMI di Malaysia, yang akan melanjutkan jenjang sekolah menengah ke wilayah Nunukan.

​”Kita berharap ada skema kerja sama dan penguatan kapasitas sekolah-sekolah menengah di Nunukan, seperti di SMK 1 Nunukan, Mutiara Bangsa Sebatik, hingga Pesantren Hidayatullah yang bisa menampung anak-anak PMI,” ucapnya.

Saat ini fasilitas pendidikan beasiswa yang tersedia baru dapat menampung sekitar 500 hingga 600 siswa, sedangkan jumlah anak PMI yang memerlukan fasilitas pendidikan sekitar 900 orang.

“Keberadaan anak-anak PMI di tanah air tidak hanya mengenyam pendidikan, mereka turut menghidupkan perekonomian lokal Nunukan dari sektor tempat tinggal dan kebutuhan harian,” bebernya.

​Selain isu pendidikan, Dino juga menyoroti potensi ekonomi perbatasan dan tingginya kebutuhan tenaga kerja asing di wilayah Sabah, Malaysia, yang sebagian besar disuplai oleh warga Indonesia.

Dino menyampaikan pentingnya mendorong regulasi khusus perbatasan atau skema kawasan ekonomi yang lebih berpihak pada kesejahteraan masyarakat, serta legalitas perdagangan.

“Regulasi skema kawasan ekonomi sangat penting untuk menekan potensi penyelundupan dan meningkatkan nilai tambah ekonomi,” jelasnya.

​Isu pelayanan perhubungan laut juga menjadi perhatian dalam pertemuan. KRI Tawau memaparkan tindak lanjut atas aspirasi para pengusaha feri rute Nunukan – Tawau terkait penyesuaian tarif tiket agar lebih adil dan efisien.

“Kami sudah terima laporan keluhan dari agen-agen kapal di Nunukan terkait biaya timbangan barang penumpang, dan pelayanan di pelabuhan Tawau,” ungkapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.