NUNUKAN.LK – Pemerintah Nunukan, Kalimantan Utara, terus memantau dan mencari sulusi atas kenaikan harga maupun langkanya produk plastik yang akhir-akhir ini mulai meresahkan masyarakat dan para pedagang.
“Saya awalnya kaget ada keluhan kenaikan harga plastik, terutama dari pedagang kuliner makanan dan minuman yang menggunakan wadah plastik,” kata Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan, Dior R Frame, Rabu (08/04/2026).
Pasca munculnya keluhan, DKUKMPP Nunukan menghubungi para agen – agen pengadaan barang kebutuhan mempertanyakan penyebab kenaikan barang dan kelangkaan produk plastik dalam satu pekan terakhir.
Dari hasil komunikasi bersama pihak agen, kelangkaan dan kenaikan harga produk berbahan dasar baku plastik maupun kemasan dipengaruhi pasar global akibat pabrik pengolahan plastik kekurangan pasokan bahan baku.
“Kenaikan harganya cukup signifikan 30 sampai 100 persen. Kenaikan dan kelangkaan ini mempengaruhi para agen untuk mendatangkan barang dalam kuota besar,” sebutnya.
Dior menuturkan, para agen – agen pedagang di Kabupaten Nunukan bisanya mendatangkan produk olahan plastik maupun wadah kemasan plastik dari sublayer di Surabaya, Jawa Timur.
Kenaikan harga produk plastik tidak lepas dari imbas perang Amerika Serikat – Israel melawan Iran, yang menghambat pengiriman bahan baku serta pengaruh kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dunia.
“Industri dalam negeri terganggu akibat terhambatnya impor bahan baku, kalau sudah begini pasti berpengaruh terhadap kuota produksi pabrik,” sebutnya.
Dior mengaku, pemantauan perdagangan produk plastik adalah hal baru, karena selama ini pemerintah daerah lebih banyak fokus melakukan monitoring terhadap harga maupun kebutuhan sembako masyarakat.
Imbas kenaikan produk plastik berdampak terhadap semua produk plastik yang lebih luas seperti produk elektronik, profil tank, sepeda motor, barang-barang rumah tangga, kantong plastik maupun bungkus makanan dan minuman.
“Kami lagi mencari distributor baru yang bisa membantu agen di Nunukan mendatangkan produk plastik. Intinya, pemerintah pasti membantu kebutuhan masyarakat,” sebutnya.
Terpisah, salah seorang pedagang warung sembako di Jalan Sei Bilal Nunukan, puput menyebutkan kelangkaan produk plastik terutama kresek plastik ukuran besar dan kecil terjadi sejak bulan Ramadan 2026.
“Dulu kresek plastik hitam ukuran kecil kami jual dibawah Rp 38 ribu per ikat isi 10 ball, sekarang harga naik Rp 43 ribu per ikat,” terangnya.
Meski secara langsung tidak mengganggu kelancaran usaha, kelangkaan plastik tetap berpengaruh pada bisnis penjualan barang, karena tiap barang yang dibeli biasanya dibungkus menggunakan kresek plastik.
Puput mengaku masih menyimpan stok kresek plastik berbagai ukuran yang diperkirakan cukup untuk satu bulan kedepan. Puput juga tidak menaikan harga barang di tengah kelangkaan kresek plastik.
“Ada dua produk yang langka dan naik di pasaran yakni produk plastik dan susu UHT full cream,” ungkapnya.


