“Saya sudah lama jual air, sudah punya pelanggan tetap juga, tahun kemarin saat musim kemarau bisa tembus 37 profil tank sehari,” bebernya.
Suharman mendapatkan sumber air dengan cara membeli dari pemilik sumur bor. Selain biaya pembelian air. Suharman juga membayar tenaga untuk dua orang pekerja dan biaya pembelian BBM untuk kendaraan dan mesin pompa air.
Meski sangat bersyukur atas melimpahnya rezeki dari usahanya, Suharman nyatanya tetap berharap hujan turun mengguyur pulau Nunukan agar embung-embung milik Perumda Tirta Taka kembali terisi dan dapat beroperasi maksimal.
“Saya tidak pernah berharap kemarau panjang, Jangan juga kita mengambil keuntungan dari kesusahan orang lain. Semoga aja Nunukan hujan lagi,” ungkapnya.




