Panen Melimpah Durian Sebatik Dijual ke Malaysia, Makan di Pohon Sepuasnya Gratis

oleh -185 views
oleh
Durian lokal hasil panen melimpah petani di pulau Sebatik

NUNUKAN.LK – Ratusan masyarakat memanfaatkan wisata kuliner buah durian yang biasanya muncul saat musim panen di wilayah perbatasan RI – Malaysia, pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Tidak sedikit masyarakat luar daerah bahkan dari Tawau, Sabah, Malaysia, datang langsung ke lokasi kebun-kebun yang membentang luas menikmati manisnya khas buah durian lokal petani Sebatik.

“Keluarga di Nunukan bahkan ada warga Tawau datang ke kebun-kebun makan buah durian, kami selalu menerima mereka dengan tangan terbuka makan durian sepuasnya,” kata Resa, Selasa (07/07/2026).

Resa sendiri merupakan warga Desa Bukit Harapan, Kecamatan Sebatik, meski areal kebun durian tidak terlalu luas, namun habis penjualan durian cukup untuk membantu biaya tambahan kebutuhan sekolah dan rumah tangga.

Dengan hasil penimpah, hasil panen durian milik Resa maupun petani lainnya biasanya dijual ke pengepul yang datang langsung ke lokasi-lokasi kebun menggunakan sepeda motor lengkap dengan kerancang besar atau kendaraan pick up.

“Bisanya pagi atau siang ada pengumpul datang ke lokasi kebun, pengepul ini berkeliling dari satu kebun ke kebun lainnya,” ujarnya.

Bisnis pemasaran durian lokal Sebatik merambah sampai Malaysia, setiap hari para pengepul datang ke kebun-kebun membeli semua hasil panen dengan harga 2 RM (Ringgit Malaysia) atau setara Rp 8.600 tiap 1 kilogram.

Buah durian yang terkumpul selanjutnya dibawa menggunakan perahu kayu atau speedboat ke wilayah Tawau. Transaksi perdagangan tradisional ini telah ada puluhan tahun di wilayah perbatasan pulau Sebatik.

“Para pengepul jual durian ke Malaysia sekitar 7 RM karena ada biaya pengiriman barang ke sana, apalagi harga BBM sekarang mahal,” ujarnya.

Hampir semua pohon-pohon durian milik petani di tahun 2026 menghasilkan buah cukup banyak, kondisi ini berbeda di tahun sebelumnya dengan musim panen cukup pendek lantaran kondisi cuaca yang kurang baik.

Musim panen durian lokal berlangsung sejak Juni dan diperkirakan hingga akhir Juli. Namun, bagi penggemar buah durian yang belum puas menikmati durian, masih ada kesempatan menunggu musim panen berikutnya untuk durian jenis montong.

“Waktu panen durian lokal jenis susu dan mentega lebih duluan dari durian montong, kami perkirakan panen montong sekitar bulan Agustus nanti,” sebutnya.

Makan di Pohon Gratis

Bagi penyuka buah durian sudah tidak asing dengan kalimat makan sepuasnya di pohon gratis, istilah bahasa ini muncul sebagai luapan ketulusan pemilik kebun membagikan buah yang melimpah kepada warga yang datang ke kebunnya.

“Kalau ada keluarga atau warga luas daerah pengunjung datang ke kebun, kami persilahkan makan sepuasnya gratis, kalau dibawa pulang tetap bayar,” tuturnya.

Resa menerangkan, keramahan petani di pulau Sebatik menyambut kedatangan tamu atau pengunjung ke kebun – kebun sebagai tanda rasa syukur atas berkah panen buah durian yang melimpah.

Saat ini harga durian di warung-warung atau tepi jalan pulau Sebatik dijual seharga Rp 20.000 per kilogram, sedangkan di pulau Nunukan berkisar Rp 25.000 sampai Rp 30.000 per kilogram.

“Selain durian, musim panen rambutan, duku dan langsat juga sudah mulai, hasil buah cukup melimpah ruah di Sebatik,” ungkap Resa.

No More Posts Available.

No more pages to load.