MALINAU.LK – Keasrian dan unsur budaya yang kental di Desa Pulau Sapi, Malinau menambah makna pada Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Tahun 2026 pada Rabu (28/1).
Dengan latar rumah adat khas Dayak dan di tengah nuansa kearifan lokal itu, Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum hadir langsung menyapa masyarakat dan perangkat desa yang mengikuti kegiatan yang digelar di Alun-alun Desa Pulau Sapi.
Tidak hanya berlangsung di ruang terbuka, rangkaian peringatan juga berlanjut dalam Seminar Nasional Hari Desa. Forum ini menjadi ruang diskusi dan berbagi gagasan mengenai penguatan desa sebagai fondasi pembangunan, sekaligus upaya menjaga identitas budaya dan potensi lokal di tengah tantangan zaman.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Zainal menegaskan bahwa desa memiliki peran penting sebagai penggerak utama pembangunan daerah.
“Desa harus tampil sebagai pusat inovasi, pusat pangan sekaligus penjaga kelestarian lingkungan,” kata Gubernur Zainal.
Ia menjelaskan tantangan pembangunan desa saat ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesiapan desa menghadapi masa depan.
Menurutnya desa berperan penting sebagai penggerak ekonomi melalui pengolahan produk unggulan desa agar memiliki nilai tambah. Desa didorong tidak lagi menjual bahan mentah, tetapi mampu mengembangkan usaha melalui Badan Usaha Milik (BUM) Desa dan koperasi.
Selain ekonomi, desa juga memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan lingkungan. Gubernur mengajak seluruh pemerintah desa menjaga keberlanjutan lahan pertanian dan mengelola sumber daya alam secara bijak.
Zainal juga memaparkan capaian pembangunan desa di Kaltara. Pada tahun 2021, Kaltara terdapat 208 desa tertinggal dan sangat tertinggal. Saat ini jumlah desa tertinggal turun menjadi 60 desa dan tidak ada lagi desa sangat tertinggal.

