Sebaliknya, jumlah desa mandiri meningkat signifikan dari 19 desa pada tahun 2021 menjadi 77 desa saat ini, termasuk Desa Pulau Sapi.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama dalam membangun desa secara terencana, terukur dan tervalidasi hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Untuk mempercepat pembangunan desa, Zainal menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha, akademisi, dan media.
Selanjutnya, ia menyampaikan terima kasih kepada PT Mitra Bara Adiperdana dan PT PKN atas dukungan dalam pengembangan manajemen BUM Desa dan promosi produk desa Kaltara.
Menutup sambutannya, Zainal berpesan kepada para kepala desa agar menjalankan peran sebagai pemimpin pembangun dan pelayan masyarakat dengan menjunjung tinggi integritas dan akuntabliitas.
“Kelola keuangan desa secara tertib, transparan dan berorientasi pada hasil. Serta jagalah kondusivitas, persatuan serta semangat gotong royong di desa masing-masing,” pungkasnya.
Dalam kegiatan itu, ia juga menyerahkan cendera mata kepada narasumber Seminar Nasional Hari Desa, Ketua Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Geopolitik dan Geostrategi Manajemen Pemerintahan Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., M.S.
Selanjutnya Zainal menyerahkan bibit tanaman secara simbolis kepada para kepala desa terpilih, melakukan penanaman pohon, meninjau stan UMKM desa se-Kabupaten Malinau serta menutup acara dengan pemotongan tumpeng dan foto bersama.

