NUNUKAN.LK – Harga minyak goreng merk Minyakita maupun minyak goreng premium terus mengalami kenaikan 10 persen, bersamaan menipisnya stok barang di sejumlah agen pemasok Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan, Dior R Frame mengatakan, kenaikan harga dan kelangkaan barang mulai dirasakan sejak lebaran Idul Fitri 2026.
“Stok minyak goreng Minyakita milik pemerintah maupun agen dan toko sudah kosong, kalaupun ada jual sisa-sisa stok lama,” kata Dior, Rabu (22/04/2026).
DKUKMPP Nunukan telah melakukan pengawasan di tingkat agen maupun pedagang pasar dan melihat langsung kondisi dilapangan terkait keluhan masyarakat atas kelangkaan barang maupun naiknya harga dalam dua pekan terakhir.
Saat ini Pemerintah Nunukan tengah berupa menghubungi para produsen pabrikan Minyakita dan minyak goreng medium lainnya di Jawa Timur, meminta pengiriman barang untuk ketersedian stok para agen di wilayah Nunukan.
“Kami sudah hubungi pabrik di Jawa Timur, Informasinya mereka lagi fokus melayani pesanan ekspor, jadi kebutuhan minyak goreng untuk dalam negeri turun sekitar 30 persen,” jelasnya.
Selain turunnya stok ketersedian minyak goreng dalam negeri, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex oleh pemerintah memicu kenaikan biaya transportasi.
Seluruh biaya transportasi mulai dari darat, laut hingga udara mengalami kenaikan, sehingga para pedagang mau tidak mau menyesuaikan biaya angkutan dengan membebankannya kepadaa harga barang.
“Apalagi kita di Nunukan ini ya semua barang dikirim dengan perjalanan cukup jauh, otomatis biaya BBM membengkak,” sebutnya.
Kenaikan BBM non Subsidi secara tidak langsung mempengaruhi seluruh kebutuhan bahan pokok, harga beras, telur, sayuran hingga buah-buahan yang didatangkan dari luar daerah mengalami kenaikan sekitar 10 persen.
“Bahkan, biaya penerbangan tiket pesawat dari bandara Nunukan ke bandara Krayan non subsidi ikut naik dari awalnya Rp 1,5 juta jadi Rp 1,6 juta atau naik Rp 100.000,” bebernya.
Tidak hanya minyak goreng Indonesia, harga minyak goreng produk Malaysia yang beredar di perbatasan Nunukan mengalami kenaikan mengikuti naiknya nilai tukar Ringgit Malaysia (RM) terhadap rupiah di angka Rp 3.400 per 1 RM.
Harga minyak goreng Minyakita berat 1 liter yang biasa dijual Rp 15,700 naik menjadi Rp17.000 – Rp 18.000, sedangkan minyak goreng Malaysia awalnya di harga eceran warung Rp 20.000 per bungkus isi 1 liter dijual Rp 23.000.
“Semua minyak goreng naik, tapi masyarakat lebih suka beli minyak goreng Malaysia, meski harganya sedikit lebih mahal,” ujarnya.




