SPPG Nunukan Timur Diharapkan Mampu Tingkatkan Gizi dan Kesehatan Generasi Bangsa

oleh -324 views
oleh
Pembina Yayasan Aztrada Garuda Jaya, Ibnu Saud Is bersama pengusaha asal Sebatik H. Nuwardi, menyerahkan ompreng MBG perdana SPPG Nunukan Timur kepada perwakilan pelajar SDN 01 Nunukan

NUNUKAN.LK – Penantian panjang Sekolah Dasar Negeri (SDN) 001 Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menikmati Makanan Bergizi Gratis (MBG) program nasional Presiden Prabowo Subianto akhirnya terkabul di tahun 2026.

Masuknya SDN 01 Nunukan sebagai sekolah penerima manfaat ditandai dengan distribusi perdana ompreng MBG yang dikelola oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Aztrada Garuda Jaya.

“Hari ini peresmian SPPG Nunukan Timur, sekaligus distribusi perdana MBG ke sekolah maupun posyandu penerima manfaat,” kata Pembina Yayasan Aztrada Garuda Jaya, Ibnu Saud Is, Senin (25/05/2026).

Saud menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya peresmian SPPG Nunukan Timur sebagai menyediakan MBG untuk 620 pelajar SDN 01 Nunukan sebanyak, 173 pelajar SMP 01 Muhammadiyah Nunukan dan 60 orang pada Posyandu Apel, atau total 835 penerima

Program MBG yang sudah berjalan satu tahun merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak sekolah sebagai generasi penerus bangsa di masa depan.

“Saya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program MBG mulai dari pemerintah daerah, TNI – Polri, pihak sekolah, tenaga kesehatan, hingga dapur SPPG,” sebutnya.

Peresmian SPPG Yayasan Aztrada Garuda Jaya di Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan

Dapur SPPG Nunukan Timur dibangun dengan mengedepankan standar kebersihan, kesehatan dan kualitas makanan agar makanan yang disalurkan aman untuk dikonsumsi, serta memenuhi kebutuhan gizi harian.

Selain mendukung pemenuhan gizi anak-anak, program MBG diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menekan angka stunting, serta meningkatkan semangat dan konsentrasi belajar siswa di Kabupaten Nunukan.

“Kedepan tahun 2040 anak-anak lulusan SDN 01 Nunukan dan Muhammadiyah akan tumbuh sehat, postur tubuh tinggi kuat dan tidak ada lagi stunting,” ujarnya.

Saud meminta segala bentuk persoalan dalam penyaluran MBG dapat disampaikan ke SPPG atau pihak sekolah. Jangan keluhan – keluhan diungkapkan di media sosial facebook, tik tok atau you tube.

“Tidak ada hal sempurna di dunia ini, tapi kita akan berusaha memperbaiki segala hal kekurangan, kalau ada masalah sampaikan ke SPPG dan sekolah,” terang Saud.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Nunukan, Juni Mardiansyah, dapur bukan sekadar tempat memasak melainkan pusat pelayanan pemenuhan gizi yang harus memenuhi standar “Zero Defect” yaitu higienis, bergizi, aman, dan layak konsumsi.

“Terima kasih kepada para juru masak, petugas kebersihan, pengawas mutu, dan seluruh relawan yang telah terlibat dalam mendukung pelaksanaan program MBG,” ujar Juni.

Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang memiliki misi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui program ini, pemerintah berkomitmen memastikan setiap anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang cukup agar tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan produktif.

Pemerintah Nunukan menyadari persoalan kurang gizi dan stunting masih menjadi tantangan serius di wilayah Kabupaten Nunukan. Oleh karena itu, kehadiran program MBG diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan manusia sejak usia dini.

“Saya minta pengelola SPPG menggunakan bahan hasil petani, peternak, dan nelayan lokal Nunukan agar tercipta pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.