“Saya pernah studi banding ke Makassar, disana petaninya gunakan pupuk penyubur yang kualitasnya sama dengan Malaysia. Seandainya pupuk itu masuk Nunukan, pasti petani tidak lagi menggunakan pupuk Malaysia,” bebernya.
Terbentuknya koperasi merah putih di sejumlah desa diharapkan dapat menjembatani petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk. Koperasi bisa sebagai wadah menyiapkan pupuk sesuai kebutuhan petani.
Terlepas dari itu, Adama menyarankan pemerintah daerah mendata ulang jumlah kelompok petani serta kebutuhan pupuk subsidi. Selama ini, petani mendapatkan jatah pupuk yang jauh dari kebutuhan.
“Pupuk urea lebih cocok ke tanaman padi. Kalau bisa nantinya koperasi merah putih penyiapan pupuk penyubur tanaman hortikultura,” tuturnya.


