MI Darul Furqon Sebatik Liburkan Murid Gara-Gara Jembatan Menuju Sekolah Ambruk

oleh -867 views
oleh

“Kerusakan jembatan ini tidak hanya berdampak bagi pendidikan, warga-warga pasti akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,” terangnya.

Terpisah, kepala sekolah tapal batas MI Darul Furqon Adnan Lolo, menerangkan ambruknya jembatan menjadi persoalan yang harus segera ditangani pemerintah karena tanpa jembatan guru dan murid tidak mungkin bisa ke sekolah.

“Tolong secepatnya jembatan di bangun, saya terpaksa meliburkan anak-anak. Memang keputusan ini sangat merugikan, tapi inilah keadaan kita,” tuturnya.

Sekolah tapal batas MI Darul Furqon merupakan sekolah yang sebagian besar atau 90 persen murid merupakan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI), sebagian anak-anak berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki.

MI Darul Furqon memiliki 57 murid dengan 7 guru dan 2 staf administrasi, kegiatan belajar dari pagi hingga siang hari. Jarak sekolah dengan jalan raya umum sangat jauh dan sepanjang jalan ditumbuhi pohon-pohon kelapa sawit.

“Karena mayoritas murid kami anak PMI di Malaysia. Jadi Mereka harus berangkat kaki di pagi buta menuju sekolah agar tak terlambat,” bebernya.

No More Posts Available.

No more pages to load.