Kunjungi SLB Nunukan, Andi Fajrul Soroti Jalan Menuju Sekolah Rusak dan Berlumpur

oleh -203 views
oleh
Jalan menuju gedung Sekolah Luar Biasa (SLB) Nunukan di Jalan Gang Limau, Kecamatan Nunukan Selatan

NUNUKAN.LK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), Andi Fajrul Syam, melakukan kunjungan Sekolah Luar Biasa (SLB) Nunukan, mendengarkan berbagai keluhan terhadap penyelenggaraan pendidikan anak-anak disabilitas.

“Ada beberapa persoalan yang perlu segera dibenahi, terutama akses jalan masuk menuju gedung sekolah yang masih rusak dan berlumpur ketika musim penghujan,” kata Fajrul, Selasa (28/07/2026).

Fajrul menerangkan, akses jalan masuk yang berlumpur layaknya gubangan di musim penghujan sangat mengganggu bagi pelajar dan guru, apalagi lokasi sekolah cukup jauh dari pemukiman masyarakat.

Untuk itu, politisi Nasdem Nunukan ini meminta pemerintah mengalokasikan anggaran pekerjaan semenisasi jalan sekitar 250 meter atau setidaknya pengerasan jalan agar mobilitasi kegiatan belajar tidak terganggu.

“Saya lihat sendiri kondisi jalannya sangat tidak baik, apalagi saat ini musim penghujan, jangankan berjalan kaki, kendaraan saja agak sudah melintas karena licin,” sebutnya.

Anggota DPRD Nunukan Andi FajruL Syam bersama guru SLB Nunukan

Selain persoalan jalan, pada bagian sisi belakang sekolah terdapat tanah berbukit yang ketika hujan menimbulkan longsor, kondisi ini cukup memprihatinkan lantaran longsoran tanah masuk hingga ke lantai-lantai sekolah.

Penataan lingkungan gedung SLB Nunukan yang berlokasi di Jalan Gang Limau, Kelurahan Nunukan Selatan, Kecamatan Nunukan, harus segera dikerjakan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua pihak.

“Dibagian belakang sekolah itu tanahnya agak tinggi, jadi kalau hujan tanahnya longsor, sehingga perlu ada pekerjaan siring dan drainase untuk menghindari longsor di kemudian hari,” bebernya.

Hal penting lainnya perlu diperhatikan pemerintah adalah, kuota guru yang belum memenuhi kebutuhan, dimana secara perhitungan sekolah memerlukan setidaknya 18 guru untuk 90 orang murid SLB dengan penanganan khusus.

Belum terpenuhinya rasio guru mempersulit bagi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan secara maksimal, padahal minat dan semangat anak-anak dalam menimba pendidikan sangat tinggi.

“Jumlah guru di SLB saat ini 13 orang, Rasionya, tiap 1 orang guru untuk 5 murid SD, untuk SMP dan SMA rasionya tiap 1 guru untuk 8 orang murid. Semua keluhan guru sudah saya sampaikan ke Gubernur Kaltara,” bebernya.

Tidak Masuk Sasaran MBG

Terlepas dari perbaikan sarana dan prasarana sekolah, Fajrul juga mempertanyakan tidak mesuknya SLB sebagai sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini digadang-gadang sebagai upaya memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Padahal, lanjut dia, SLB Nunukan yang memiliki 90 murid dengan jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA menjadi salah satu lokasi utama uji coba pelaksanaan MBG di wilayah Kabupaten Nunukan tahun 2024.

“Tadi Kepsek SLB Nunukan menyinggung juga soal MBG, mereka tidak tahu apa alasan sekolahnya tidak masuk sasaran penerima manfaat,” ungkapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.