“Kita di Indonesia berada di lingkaran Ring of Fire bencana gunung berapi dan tektonik. Keadaan ini menjadi tugas TNI AL dalam membantu meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Sebagai wilayah perbatasan Indonesia, pulau Sebatik memiliki hubungan erat dengan masyarakat Tawau, Sabah, Malaysia. Sejarah mencatat banyak penduduk Malaysia, bagian dari keturunan suku Bugis Sulawesi Selatan.
Pertalian darah inilah yang menjadikan bangsa Indonesia dengan Malaysia, selalu menjaga hubungan baik, begitu pula kehidupan perairan laut Sebatik dan Tawau diharapkan terus terjaga dengan baik.
“Walaupun masih ada sedikit garis perbatasan belum terselesaikan, namun kami yakin bisa diselesaikan karena masyarakatnya mendukung penyelesaian kearah baik pula,” terangnya.
Denih Hendrata menyampaikan terima kasih diberikan waktu bertemu dengan tokoh masyarakat sebatik dan para kelompok nelayan, pertemuan ini menjadi momentum mendekatkan TNI AL dengan masyarakat perbatasan.
Sebelum mengakhiri pertemuan dan menyerahkan paket bantuan sembako ke nelayan, rombongan Pangkoarmada RI, Laksamana Madya TNI. Denih Hendrata, meninjau suar karang unarang yang berada di batas laut Indonesia.


