Kunjungan Wisatawan Malaysia ke Nunukan Naik Ditengah Melemahnya Rupiah

oleh -377 views
oleh
Petugas Pos TPI Imigrasi pelabuhan Nunukan memeriksa dokumen paspor calon penumpang kapal internasional Nunukan – Tawau

NUNUKAN.LK– Jumlah kunjungan wisatawan asing ke wilayah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sepanjang bulan Mei tahun 2026 meningkat 100 persen, ditengah melemahnya rupiah terhadap Dollar America Serikat (AS) maupun Ringgit Malaysia.

Kasi Teknologi dan Informasi Keimigrasian Kelas IIb Nunukan, Donly Siahaan, mengatakan terjadi lonjakan kedatangan warga asing dapat dilihat dari jumlah kunjungan penumpang kapal internasional Tawau – Nunukan di pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

‘’Lonjakannya 100 persen dibanding bulan sebelumnya. Dari 1.007 orang kedatangan warga asing di bulan April 2026, naik menjadi 2.286 di Mei 2026,” kata Donly, Selasa, (08/06/2026).

Meningkatnya kunjungan wisatawan terutama dari wilayah Tawau, Sabah, Malaysia, berhubungan erat dengan jatuhnya nilai tukar rupiah dalam 2 bulan terakhir. Saat ini harga beli Ringgit Malaysia (RM) dikisaran Rp 4.459/RM 1.

Donly menerangkan, dari data Imigrasi Nunukan, masuknya warga Malaysia ke Nunukan masih didominasi pada kunjungan keluarga dan sebatas liburan berbelanja produk Indonesia yang terbilang cukup murah.

“Persoalan sosial dan kebudayaan serta hubungan emosional ditambah lagi perdagangan tradisional menjadi alasan warga Malaysia cukup aktif masuk Nunukan,” sebutnya.

Saat nilai tukar rupiah melemah, biaya yang dikeluarkan wisatawan asing untuk berlibur di Nunukan menjadi relatif lebih murah. Dengan mata uang yang lebih kuat, wisatawan memiliki daya beli yang lebih tinggi.

Sebaliknya, para pedagang perbatasan asal Nunukan yang biasanya berbelanja kebutuhan pokok di Tawau, mengalami penurunan atau membatasi jumlah pembelian karena meningkatnya naiknya harga barang

“Kondisi rupiah yang tertekan tentu membuat daya beli wisatawan asing menjadi lebih kuat saat berada di Indonesia atau Nunukan,” sebutnya.

Jika jumlah kunjungan warga asing naik, berbeda halnya dengan mobilitas keberangkatan warga Indonesia dari Nunukan ke Tawau, yang dalam rentang 5 bulan di tahun 2026 menunjukan sifat fluktuatif.

Namun, kata dia, sifat fluktuatif ini masih berada dalam batas kedatangan/keberangkatan reguler yang dinamis di kisaran angka 5.000 hingga 6.900 penumpang tiap bulan terhitung sejak Januari – Mei 2026.

“Dalam kondisi nilai rupiah turun, warga Indonesia tentunya akan memposisikan diri untuk bertahan dalam negeri untuk mengurangi resiko pengeluaran,” bebernya.

Untuk diketahui, nilai tukar Dolar AS (USD) terhadap Rupiah (IDR) pada 8 Juni 2026 bergerak melemah, berkisar di angka Rp18.107 hingga Rp18.200 di pasar spot dan penutupan antarbank, sedangkan nilai Ringgit Malaysia per 8 Juni 2026 di angka Rp Rp4.459/RM 1.

No More Posts Available.

No more pages to load.