NUNUKAN.LK – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan, Kalimantan Utara, bertemu masyarakat Desa Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik, guna mendengarkan aspirasi masyarakat nelayan.
“Masyarakat nelayan mengeluhkan masih marakya tindak kriminal meresahkan di wilayah perairan pulau Sebatik,” kata Wakil Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam, Kamis (30/10/2025).
Selain Fajrul, pertemuan dengan masyarakat turut dihadiri anggota DPRD asal Sebatik, Ramsah dan H. Firman Latif, ketiga anggota DPRD Nunukan dengan serius mendengarkan tiap aspirasi dan keluhan nelayan.
Maraknya perampokan di perairan Sebatik secara tidak langsung sangat mengganggu aktivitas nelayan, tidak sedikit nelayan merasa ketakutan, resah, bahkan gelisah hingga ragu-ragu untuk pergi berlayar ke laut.
“Ini persoalan penting yang harus segera dituntaskan karena ketakutannya nelayan melaut bisa berdampak buruk bagi perekonomian mereka,” ucapnya.
Fajrul menuturkan, ketua Himpunan Nelayan Sebatik (HNS), Thamrin, dalam pertemuan bersama Komisi II DPRD Nunukan, berharap DPRD dan Pemerintah Nunukan lebih meningkatkan pengawasan di perairan Sebatik agar nelayan bisa bekerja dengan tenang dan aman.
Pernyataan serupa disampaikan pula ketua KTNA Sebatik, Masjidil, menurutnya, kondisi ekonomi nelayan semakin terkenal akibat situasi perairan yang tidak kunjung aman dari perampokan laut.
“Nelayan juga mengalami penurunan hasil tangkapan dan diperparah dengan kenaikan biaya operasional saat ini,” sebutnya.
Terhadap keluhan masyarakat, Fajrul berjanji akan menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan koordinasi bersama instansi terkait baik itu pemerintah daerah, Lanal Nunukan maupun kepolisian
“DPRD memiliki tanggung jawab moral terhadap persoalan ini dengan mengupayakan berkoordinasi dengan aparat keamanan guna meningkatkan patroli di perairan Sebatik,” tutupnya.



