Kisah IRT Nekat Jadi Kurir 33 Kg Sabu Untuk Biaya Pengobatan Ibu Mertua

oleh -
oleh
IRT kurir sabu 33 kilogram dikawal petugas Polwan Polres Nunukan (foto : Liputankaltara)

“Rencananya upahnya dipakai untuk keperluan berobat orang tua dan biaya hidup sehari-hari bersama keluarga,” sebutnya.

Tersangka menceritakan, dirinya bersama suami dan tiga anak tanggal 8 Februari pukul 07:30 Wita diarahkan oleh R oleh untuk berangkat dari telupid Sandakan Malaysia bertemu dengan sepasang suami istri warga Malaysia.

Kedua warga Malaysia tersebut membawa HU dan keluarga naik mobil dan di bagian depan terlihat sebuah mobil pick up membawa sebanyak 4 jenis barang terdiri 2 buah box es dan buah 2 ember besar.

Pasangan suami istri Malaysia itu meminta HU menjaga baik-baik barang yang didalamnya berisi sabu serta pil ekstasi, selanjutnya HU diberikan uang jalan sekitar RM 6000 atau sekitar Rp 16 juta.

“Saya dikasih uang jalan RM 6.000, katanya nanti biasanya ditambah setelah barang sampai Parepare,” terangnya.

Setiba di Tawau, HU bersama suami dan anaknya berangkat menuju Sebatik dan Nunukan bersama 14 orang Warga Negara Indonesia (WNI), sedangkan barang bawaan HU bercampur dengan barang milik penumpang lainnya.

Unit Satresnaroba yang mencurigai keberadaan HU melakukan pemeriksaan barang bawaan tersangka menggunakan X Ray milik Bea Cukai di pelabuhan Tunon Taka Nunukan dan ditemukan satu ember warna hitam plastik berisi 12 bungkus sabu.

“Ditemukan juga 11 bungkus sabu dalam ember warna merah, adapun 2 buah box es warna putih biru masing-masing berisi 5 bungkus sabu yang tiap bungkus seberat 1 Kg,” terangnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.